SKRIPSI DULU, ATAU RESEPSI DULU?

Bertambah semester tambah usia. Mendekati tugas akhir dari kuliah tentunya usia sangat produktif untuk menikah. Ya kalau normal kira kira usia 21. Mungkin bagi seorang laki laki masih banyak yang bermain-main. Namun berbeda dengan kaum wanita, usia segitu sih pasti dibanjiri dengan pertanyaan, ‘kapan nikah?’ ‘undangan di tunggu lho’ dan banyak lagi hal hal yang kiranya nyerempet dengan urusan pernikahan.

 

Mawar Sastrajawa

Mawar Sastrajawa

 

Saking takutnya atau risih, hal itu jika tidak bisa menanggapi secara dewasa akan malah merusak konsentrasi garap skripsi. Ada bagian manusia punya pedoman jika nikah harus selesai studi S1 dulu. Dan tak jarang pula yang sebaliknya, ‘menikah dulu aja lah, sembari kuliah pasti bisa’

Aku miris ketika melihat temanku ada yang memang berniat dan sungguh sungguh belajar di perguruan tinggi, namun keadaan orang tua yang malah memaksanya untuk sesegera mungkin menikah. Entah apa motif orang tua itu.

Perlu diketahui, menikah itu bukan hal untuk main-main, jadi jangan sampai dibuat mainan. Banyak sekali nanti hal-hal yang tak terduga setelah menikah.

Aku menyarankan kepada yang kuliah berapapun semester kalian terkhusus mahasiswa Blora, tahan dulu lah hasrat kalian. Memang sumbu pendek selalu menginginkan sesuatu yang kiranya cepat menghasilkan, pragmatis yang ditanamkan.

Jadi tawaan juga ketika ada orang yang sumbu pendek bilang ‘weleh, ngapain sekolah tinggi tinggi, nantinya kalau nikah mesti di dapur dan kasur’. Gimana bisa mencerdaskan kehidupan bangsa? Negara berdiri tak jauh atas dasar pendidikan. Hancur negara.

Cobalah agak diulur sumbunya. Biar lumayan panjang dikit. Yang nyeselin lagi, kuliah buat apa? Kalau gak punya uang juga percuma. Ini gimana pola pikirnya. Hal yang berbeda konteks kok. Kalau ingin punya uang ya kerja. Kalau kuliah atau berpendidikan itu dapatnya bukan uang.

Penulis berharap kepada yang benar benar serius dalam mendedikasikan diri untuk menambah pengetahuan dan perbanyak juga meruncingkan nalar kritis agar tidak guncang ketika diribeti dengan hal pernikahan. Nikah nanti juga ada waktunya sendiri. Bahkan nikah itu butuh ilmu, tidak asal asalan.

Biarlah sekarang yang kuliah dipameri teman teman yang menikah. Tapi tunggu saja, nanti ketika ketika kalian nikah gantian. Yang nikah duluan pasti sudah tidak jadi nganten anyar. Tapi kalian masih new.

Beberapa kasus perceraian karena pernikahan dini karena mungkin belum siap secara fisik atau yang lainnya. Dimatangkan dulu persiapan menyusun skripsi baru dan setelah itu terserah anda. Mau nyusun resepsi juga silahkan.

 

Tentang penulis: Mawar Sastrajawa merupakan nama pena Achmad Niam Jamil, yang adalah mahasiswa Tarbiyah STAI Al Muhammad tapi meminati seni lukis

*Opini di atas merupakan tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab Bloranews.com

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan