fbpx

SUGIHAN KOTA TAPE : DARI EJEKAN MENJADI KEBANGGAAN

  • Bagikan
Sugihan kota tape
Grafity Sugihan Kota Tape

Mojowetan – Pada dekade 1980 – an, stereotipe kota tape membuat para muda dukuh Sugihan desa Mojowetan kecamatan Banjarejo merasa malu. Pasalnya tape merupakan makanan masyarakat desa dan identik dengan kemiskinan dan jauh dari kata modern. Namun, gaya pandang ini perlahan mulai berubah kala banyak anak muda dukuh Sugihan yang merantau keluar kota. Kerinduan para perantau akan kampung halaman membuat mereka merindukan manisnya tape dukuh Sugihan.

Ketika para perantau ini kembali ke kampung halaman mereka merasa bersyukur bahwa tapai belum punah dari kampung mereka. Bahkan, usaha rumah tangga ini dikembangkan oleh hampir semua penduduk dukuh Sugihan.

 

Sugihan kota tape
Grafity Sugihan Kota Tape karya pemuda perantau dukuh Sugihan

 

Menurut salah seorang warga dukuh Sugihan yang ditemui Bloranews.com, usaha produksi tape singkong ini merupakan pekerjaan utama masyarakat. Sedangkan, kegiatan pertanian merupakan usaha sampingan setelah usaha produksi tape singkong. Ibu Musringah ( 42 ) merupakan salah satu pengusaha tape singkong dari dukuh Sugihan. Ibu Musringah menjalankan bisnis ini sejak menikah dengan suaminya, karena usaha pembuatan tape singkong ini merupakan warisan dari kakek mertua Ibu Musringah.

 

memotong ketela
Ibu Musringah setiap hari mengolah tiga puluh kilogram singkong menjadi Tape Singkong

 

Setiap hari, Ibu Musringah mengeluarkan modal sebesar seratus ribu rupiah. Uang ini digunakan untuk membeli bahan baku tape singkong berupa Singkong dari dukuh Pandan ( sebuah dukuh di perbatasan Banjarejo – Ngawen ). Selain untuk membeli bahan baku berupa singkong, juga harus membeli bahan bakar berupa kayu bakar dan daun pisang sebagai pembungkus tape singkong. Setiap hari, Ibu Musringah mengolah sekitar tiga puluh kilogram singkong.

Proses pembuatan tape singkong ala Ibu Musringah tidak jauh berbeda dengan pembuatan tape singkong pada umumnya. Tahap pertama adalah mengupas singkong dari kulitnya, pada proses ini Ibu Musringah dibantu Mbah Uti ( mertua Ibu Musringah ) dan salah satu putrinya. Wajar saja, mengupas tiga puluh kilogram singkong mentah bukanlah sebuah pekerjaan ringan.

 

kupas ketela untuk bahan baku tape ketela
Limbah Singkong menjadi pakan ternak di dukuh Sugihan

 

Setelah dikupas, singkong kemudian dicuci sampai bersih. Setelah bersih singkong kemudian direndam sampai beberapa saat ( sekitar 2 -3 jam ). “ Pertama diocek lajeng dikosek, sampun niku dikum. Lajeng digodog sak sampune niku dipun ler wonten layar, nek sampun adem lajeng diparingi ragi “ Ujar Ibu Musringah dalam bahasa jawa kromo halus yang artinya “ pertama dikupas, kemudian dicuci sampai bersih setelah itu singkong tersebut direndam. Setelah direndam kemudian direbus setelah itu ditiriskan , ketika singkong telah dingin maka dapat diberi ragi “.

 

singkong direndam
Setelah direndam dalam waktu tertentu, kemudian singkong direbus

 

Setelah singkong diberi ragi harus ditutup dengan plastik agar fermentasi ( peragian ) dapat berjalan sempurna. Untuk menjadi tape singkong dengan kualitas terbaik dibutuhkan masa fermentasi selama 48 jam. Tape yang baik adalah tape yang tidak terlalu lembek dan tidak terlalu keras, memiliki kombinasi rasa manis dan sedikit asam. Warna tape terbaik adalah putih kekuning – kuningan dan lembab ketika disentuh.

Sekalipun melalui proses pembuatan yang panjang, harga tape singkong Ibu Musringah tidaklah mahal. Tape singkong Ibu Musringah dijual dengan dua cara, kilo-an dan jinah-an. Untuk satu kilogram tape singkong, Ibu Musringah mematok harga sebesar enam ribu rupiah, dan tiga ribu rupiah untuk tiap jinah ( 1 jinah : 10 bungkus kecil ).

 

proses pembuatan tape tela
Tape Singkong yang siap dijual dipasar tradisional Blora

 

Tape singkong merupakan salah satu makanan khas yang tidak lekang ditelan jaman. Rasa manis – manis asam membuat para penikmatnya enggan berhenti menikmatinya, sebagai cemilan juga sebagai ikon kebanggaan warga dukuh Sugihan.

Reporter          : Arif Syaifuddin

Fotografer        : Az Zulfa

banner 120x500
  • Bagikan