fbpx

TINGKATKAN EKSPOR PERTANIAN, GANJAR GAGAS PELABUHAN TANJUNG EMAS JADI PELABUHAN HORTIKULTURA

  • Bagikan
TINGKATKAN EKSPOR PERTANIAN, GANJAR GAGAS PELABUHAN TANJUNG EMAS JADI PELABUHAN HORTIKULTURA
Pelepasan ekspor komoditas pertanian Provinsi Jawa Tengah di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Tanjung Emas.

Semarang- Untuk meningkatkan nilai ekspor komoditas pertanian di Jawa Tengah, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo gagas Pelabuhan Tanjung Emas Semarang menjadi pelabuhan hortikultura.

Hal ini disampaikan Ganjar seusai mengikuti acara pelepasan ekspor komoditas pertanian Provinsi Jawa Tengah di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Tanjung Emas Semarang pada Sabtu (14/08).

“Kebetulan tadi bertemu Pak Menteri, saya minta agar pelabuhan Semarang ini dijadikan pelabuhan hortikultura. Tinggal tunggu tanda tangan dari menteri. Dengan cara itu harapan kita nanti produk pertanian kita bisa diekspor dari sini,” ucap Ganjar.

Dalam acara tersebut, Provinsi Jawa Tengah melepas ekspor komoditas pertanian senilai Rp 400 miliar ke 36 negara. Komoditas tersebut terdiri atas sektor perkebunan seperti pala, biji kopi, minyak sawit, gula merah, dan karet lembaran.

Sementara dari sektor tanaman pangan ada edamame, Porang, kacang hijau, dan tepung jagung. Komoditas berikutnya dari sektor hortikultura seperti daun pakis dan ruskus, okra, dried taro leaf, bonsai, bunga melati, kapulaga, kunyit, dan daun cincau.

“Daun Pakis saja bisa kita kirim, bunga melati ternyata semuanya indah dan bisa dijual juga. Perkebunannya ternyata kita juga punya pala, lalu ada kopi. Sarang burung walet juga harganya stabil di tengah kondisi seperti ini. Eksportirnya tadi bilang sudah lima tahun melakukan ini. Lalu kayu, edamame, dan tentu saja porang yang saat ini sangat bagus,” tambahnya.

Menurut Ganjar, meski di tengah pandemi ternyata ekspor di sektor hortikultura, perkebunan, dan tanaman pangan sangat tinggi meski serapan tenaga kerja masih belum maksimal.

Dilihat dari program Merdeka Ekspor dari pemerintah pusat selama sepekan dengan nilai mencapai Rp 7 triliun. Artinya dalam sehari rata-rata nilai ekspor Indonesia sebesar Rp 1 triliun.

“Komoditas ekspor Jateng juga tinggi dalam periode itu. Kalau ini (Pelabuhan Tanjung Emas Semarang) jadi pelabuhan dengan fungsi hortikultura dan fasilitas diberikan, mudah-mudahan ekspor komoditas pertanian kita jauh lebih banyak,” bebernya.

Sebagai informasi, dalam acara tersebut turut dihadiri Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang dilakukan secara virtual. (Jyk)

  • Bagikan