Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

UNIK, SAJIAN PRASMANAN DI SEDEKAH BUMI CAREN

Ngawen- Sedekah bumi di Dusun Caren Desa Semawur Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora tampil beda dengan tradisi di desa-desa lainnya. Jika di desa lain, sedekah bumi identik dengan hiburan ketoprak atau wayang, di Caren tak canggung menggelar panggung dangdut.

 

Prasmanan Sedekah Bumi Dusun Caren Desa Semawur Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora

Prasmanan Sedekah Bumi Dusun Caren Desa Semawur Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora

 

“Kita memang kalau sedekah bumi biasanya hanya hajatan di masjid dan balai desa. Untuk hiburannya, kita sesuaikan dengan keinginan masyarakat. Tahun lalu pengajian, dan kali ini maunya dangdutan. Ya kita pentaskan dangdut,” kata Kades Semawur, Mundarto, Jumat (09/08).

Menurut Mundarto, kegiatan ini sepenuhnya dilaksanakan oleh para pemuda setempat. Pemerintah desa berharap, para pemuda dapat berekspresi total dalam kegiatan yang digelar secara rutin setiap tahun tersebut.

“Kita ingin para pemuda terlatih mengelola kegiatan-kegiatan di desa. Sehingga, ke depan mereka semakin dewasa dan mengerti pentingnya bermasyarakat,” imbuhnya.

Sementara, ketua panitia sedekah bumi  Ahmad Irfan mengungkapkan, sedekah bumi di Caren berbeda dengan lazimnya sedekah bumi di desa lainnya. Kali ini, warga yang berkunjung bebas menikmati sajian prasmanan hasil karya ibu-ibu setempat.

“Pagi ada lomba masak, dan hasil masakannya disajikan secara prasmanan. Jadi, kumpul di satu tempat. Orang-orang bisa selfie di photo booth yang disediakan. Malamnya, ada panggung dangdut. Ini wujud syukur kita,” ucapnya.

Sedekah bumi Caren berlangsung sehari penuh dengan berbagai agenda yang menarik dan dikemas dengan nuansa anak muda.  Sejak pagi, agenda dimulai dengan hajatan di masjid setempat, dilanjutkan dengan lomba sepeda hias, lomba memasak, dan rehat sejenak untuk Jumatan.

Acara kembali dilanjutkan dengan pentas barongan, kirab gunungan hasil bumi, serta pentas drumband. Sepanjang hari, para pengunjung bebas menikmati berbagai sajian dan tumpeng yang telah disediakan.

“Kita sengaja membuat ini prasmanan supaya makanan yang tersedia tidak terbuang percuma. Ini juga cara kita untuk saling berbagi, apalagi luar sana masih banyak yang kekurangan makanan,” pungkas Irfan. (jay)

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan