WARGA DIHIMBAU TIDAK MENGKONSUMSI IKAN HASIL PLADU

Blora- Meski sampai saat ini belum ada uji sampel terkait kandungan polutan pada ikan hasil  pladu di Bengawan Solo, masyarakat diminta untuk tidak mengkonsumsinya. Mengingat, ikan tersebut didapat dari wilayah yang diduga tercemar.

 

Ikan hasil Pladu di sungai Bengawan Solo

Ikan hasil Pladu di sungai Bengawan Solo

 

“Mengingat kondisi Bengawan Solo saat ini, kita menghimbau warga untuk tidak mengkonsumsi ikan tersebut. Air dari Bengawan Solo, mohon jangan dijadikan sebagai air minum. Tapi kalau mandi, ga apa-apa,” himbau Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Blora, Dewi Tedjowati, Rabu (11/09).

Menurut Dewi, dampak mengkonsumsi ikan yang tercemar limbah memang tidak dirasakan secara langsung. Akan tetapi, semakin lama pengendapan racun dalam ikan yang masuk ke tubuh akan mengganggu kesehatan.

“Apalagi buat ibu hamil, berbahaya untuk kandungannya. Saya menduga, angka stunting yang tinggi di sejumlah kawasan di sekitar Bengawan Solo mungkin dipengaruhi dari ini (mengkonsumsi ikan terkontaminasi polutan),” ujarnya.

Meski demikian, bukan berarti himbauan di atas menentang program pemerintah pusat yang menggalakkan makan ikan. Himbauan tersebut lebih ke langkah preventif untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Sebelumnya, himbauan senada juga disampaikan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Lilik Hernanto. Menurutnya, ikan yang mengandung polutan organik dapat mengganggu mekanisme pertahanan tubuh.

“Jika memang terkontaminasi, akan mengganggu pertahanan tubuh Tetapi untuk mengetahui ikan yang mati itu mengandung bahan-bahan yang berbahaya tentunya harus melalui uji laboratorium. Untuk amannya, jangan dikonsumsi,” himbaunya. (jyk)

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan