fbpx

BAGI TAKJIL, IPPNU BLORA DUKUNG PEMBATALAN FDS

  • Bagikan
Kegiatan yang digelar itu, dipimpin langsung oleh Ketua PC IPPNU Blora Dina Riski Wulandari bersama jajaran pengurus IPPNU, Jum’at (23/6)

Blora, – Banyak cara yang dilakukan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Blora untuk saling berbagi di bulan Ramadhan, salah satunya dengan membagi-bagikan takjil kepada pengendara yang melintas di Alun-alun Kota Blora.

Dalam kegiatan itu pula juga untuk mengkampanyekan penolakan organisasi pelajar ini atas rencana pemerintah yang menerapkan sekolah lima hari atau Full Days School (FDS).

 

Kegiatan yang digelar itu, dipimpin langsung oleh Ketua PC IPPNU Blora Dina Riski Wulandari bersama jajaran pengurus IPPNU, Jum’at (23/6)

 

Kegiatan yang digelar itu, dipimpin langsung oleh Ketua PC IPPNU Blora Dina Riski Wulandari bersama jajaran pengurus IPPNU, Jum’at (23/6) sore.

Menurut Dina, pihaknya menolak rencana Mendikbud mengenai sekolah yang hanya digelar Senin hingga Jumat. Jika sistem belajar full day school bagi para pelajar Indonesia diterapkan akan berdampak luar biasa.

“Efeknya pelajar akan terforsir waktu belajarnya dari pagi hingga sore. Selain itu juga, berpotensi mematikan model-model belajar yang sudah ada,” kata Ketua Umum PC IPPNU Blora disela pembagian takjil, Jum’at (23/6).

Lebih lanjut ia menambahkan bahwa perlu adanya kajian ulang yang melibatkan berbagai pihak agar konteks penerapan FDS dapat mengakomodir metodologi dan kultur belajar yang sudah diterapkan lebih dahulu.

“Full day school mungkin cocok untuk siswa yang orangtuanya bekerja sehari penuh, tapi kurang tepat untuk kondisi lain, terutama lingkungan pedesaan dan pesantren,” jelas Dina.
Sementara itu, Ketua PW IPPNU Jawa Tengah Sri Nur Ainingsih yang hadir dalam kesempatan itu juga mendukung yang disampaikan Dina. Pihaknya menilai kebijakan tersebut mungkin terlihat bagus dan positif, namun tidak bisa seketika diterapkan di lingkungan pendidikan yang beragam di Indonesia.

“Nilai-nilai, tradisi, dan kultur pendidikan yang selama ini dianggap efektif mengajarkan nilai agama dan moral anak didik, justru dikhawatirkan hilang dengan diterapkannya FDS,” tandas Ketua Umum PW IPPNU Jateng.

Reporter :  Ngatono

banner 120x500
  • Bagikan