fbpx

PENOLAKAN FULL DAY SCHOOL BERGEMA DI SAMBIROTO, KUNDURAN

  • Bagikan
Peringatan HUT RI ke- 72 yang digelar di dusun Ngampel desa Sambiroto Senin malam (21/08)

Kunduran – Kekhawatiran matinya madrasah dan TPQ membuat sejumlah aktivis pemuda Blora mengkampanyekan penolakan Sekolah Lima Hari di berbagai kesempatan.

“Jika sekolah formal ini dilaksanakan sehari penuh, bagaimana ngajinya ? Maka, baiknya kita sadar betapa peran madrasah dan TPQ sangat besar terhadap pembinaan karakter keislaman anak-anak kita” jelas Heri Hasan, Ketua PAC GP Ansor Kunduran dalam sambutannua.

 

Peringatan HUT RI ke- 72 yang digelar di dusun Ngampel desa Sambiroto Senin malam (21/08)

 

Pada peringatan HUT RI ke- 72 yang digelar di dusun Ngampel desa Sambiroto Senin malam (21/08), Kunduran disampaikan penolakan program Mendikbud yang dinilai akan mematikan Madrasah dan TPQ ini.

Keprihatinan PAC Ansor Kunduran ini diamini ratusan jamaah yang hadir dalam acara tersebut.

Pengajian Umum dalam rangka HUT RI ke-72 ini diinisiasi oleh Pengurus GP Ansor Desa Sambiroto.

“Sengaja, kami menggelar kegiatan ini bersamaan dengan Rutinan Selasa Wage, Rutinan Ahad Kliwon dan Peringatan HUT RI ke- 72 supaya semarak. Ada pesan-pesan penting yang disampaikan dalam pengajian ini,” kata Kyai Mufid, ketua Ansor desa Sambiroto, Kunduran.

Pengajian yang digelar di Pesantren Miftahul Ulum Sambiroto, Kunduran ini dihadiri ratusan warga masyarakat dan wali santri.

Reporter : Jacko Priyanto

  • Bagikan