fbpx

BANYAK DILUPAKAN, DISPORAPAR JATENG KEMBALI KENALKAN JEMPARINGAN

Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng kembali kenalkan olahraga tradisional Jemparingan yang kini kian dilupakan. Menggaet pegiat event, guru olahraga dan pengelola obyek wisata, Disporapar Jateng beri Pengenalan dan pelatihan singkat tentang olahraga tersebut di Omah Alas, Desa Wisata Kandri, Gunungpati-Semarang, Sabtu (21/5/2022).
Olahraga Tradisional Jemparingan.

Blora, BLORANEWS – Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng kembali kenalkan olahraga tradisional Jemparingan yang kini kian dilupakan. Menggaet pegiat event, guru olahraga dan pengelola obyek wisata, Disporapar Jateng beri Pengenalan dan pelatihan singkat tentang olahraga tersebut di Omah Alas, Desa Wisata Kandri, Gunungpati-Semarang, Sabtu (21/5/2022).

Sub Koordinator Seksi Olahraga Rekreasi dan Industri Olahraga Disporapar Jateng Anton Asviani mengatakan, pelatihan ini dilakukan untuk mengangkat kembali olahraga tradisional di Jateng. Seperti jemparingan, egrang dan sebagainya.

BACA JUGA :  TAJ YASIN KRITIK WACANA DUALISME KEPENGURUSAN IPHI JATENG

“Inisiatif kita untuk angkat olahraga tradisional karena potensi alam di sekitar bisa dibikin alat olahraga. Seperti gendewa (busur) jemparingan dari bambu petung,” ujarnya.

Selain itu, Ia berharap pengenalan olahraga tradisional ini mampu menggelorakan sport tourism di Jawa Tengah. Utamanya di daerah-daerah yang masih melestarikan olahraga tradisional.

“Sport Tourism (wisata olahraga) di Jawa Tengah potensinya besar. Inisiatif kami agar orang yang mau berwisata mau datang karena ada sesuatu yang unik, satu di antaranya olahraga tradisi jemparingan,” ucapnya.

BACA JUGA :  PULIHKAN EKONOMI PASCA PANDEMI, INVESTASI DAN UMKM DITINGKATKAN

Terpisah, Maestro jemparingan asal Solo, Edy Roostopo menegaskan bahwa jemparingan perlu dilestarikan dan dipopulerkan kepada masyarakat.

“Saat ini di Solo Raya sendiri ada 57 klub jemparingan. Kalau di DIY ada 60 klub. Saat ini perkembangannya luar biasa. Harapannya olahraga ini bisa digeluti siswa siswi sekolah dasar,” tegasnya sebagai pelatih di ajang tersebut. (Kin).

BACA JUGA :  PPKM DIPERPANJANG, GANJAR: AYO KEMBALI AKTIFKAN JOGO TONGGO