BARBERSHOP CEPU CUKUR GRATIS 227 SANTRI




Cepu- Aksi komunitas tukang potong rambut, Barbershop Cepu, benar-benar menarik perhatian. Pasalnya, hanya dalam durasi 4 jam, belasan pekerja barber ini berhasil mencukur rambut 227 santri di pesantren Al Muhammad Cepu.

Koordinator Barbershop Cepu, Mahmud mengatakan, aksi ini merupakan “kerja akhirat”. Pasalnya, dia dan belasan rekannya tidak menarik biaya usai mencukur dan merapikan rambut para santri.

 

Aksi komunitas Barbershop Cepu mencukur rambut 227 santri putra di Pesantren Al Muhammad

Aksi komunitas Barbershop Cepu mencukur rambut 227 santri putra di Pesantren Al Muhammad

 

“Jadi, dalam dua hari, yaitu Ahad Rapi dan Jumat Berkah, kita blusukan. Kita potong rambut sesuai selera, dan gratis. Dua hari untuk kerja akhirat,” ujar tukang potong rambut asal Desa Bulu Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro ini, Jumat (15/03).

Aksi potong rambut gratis, dimulai pukul 08.00 WIB dan tuntas sesaat sebelum persiapan Sholat Jumat. Tangan-tangan terampil ahli potong rambut ini, membuat para santri semakin percaya diri dengan model rambut barunya.

“Seneng banget, kalau biasanya kita harus bayar sampai Rp 20 ribu. Sekarang gratis, dan sesuai selera,” ujar santri putra asal Grobogan, Jiung (18).

Ponpes Al Muhammad Mengapresiasi

Tak hanya di pesantren, aksi potong rambut gratis ini direncanakan juga akan dilaksanakan di berbagai tempat, seperti panti asuhan, dan sejumlah sekolah asrama yang ada di kota minyak tersebut.

Di lokasi yang sama, pengasuh Pesantren Al Muhammad Cepu, KH Abdul Chalim Mujtaba menyampaikan apresiasinya terhadap aksi tersebut. Bahkan, pihaknya berharap ada kunjungan rutin Barbershop Cepu ke pesantren ini.

“Sangat bersyukur, Alhamdulillah. Apalagi, harinya pas Jumat Berkah, saat santri sedang libur. Semoga nanti secara rutin, tiap bulan atau tiga bulan sekali Barberman bisa istiqomah dengan kegiatan ini,” harap Gus Chalim, sapaan KH Abdul Chalim Mujtaba.

Keinginan pihak pesantren ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, kerap kali para pengurus dan dewan ustadz di pesantren ini merasa risih dengan model rambut santri yang kadang kurang sopan.

“Pengurus sering resah melihat banyak santri yang model rambutnya aneh-aneh, kesannya kurang sopan dan tidak sesuai dengan aturan sekolah maupun pesantren. Nantinya, dengan aksi barberman ini rambut santri bisa diseragamkan seperti Banser atau Tentara,” pungkasnya. (amc)

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.