fbpx

BENGAWAN SOLO TERCEMAR, DPRD BLORA DESAK GUBERNUR TINDAK PELAKU PENCEMARAN

  • Bagikan
Ketua Komisi C DPRD Blora, Subroto dalam sidak di Bengawan Solo, Cepu
Ketua Komisi C DPRD Blora, Subroto dalam sidak di Bengawan Solo, Cepu

Cepu- Pencemaran yang terjadi di Bengawan Solo membuat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blora berang. Pasalnya, saat ini Blora belum lepas dari dampak kemarau dan Bengawan Solo merupakan sumber air andalan masyarakat.

 

Ketua Komisi C DPRD Blora, Subroto dalam sidak di Bengawan Solo, Cepu
Ketua Komisi C DPRD Blora, Subroto dalam sidak di Bengawan Solo, Cepu

 

“Belum selesai musim kemarau, masyarakat Blora masih sulit air. Kita merasa sedih (dengan pencemaran Bengawan Solo, red). Ini pencemaran dari hulu, tapi kita yang kena dampaknya,” sesal Ketua Komisi C DPRD Blora, Subroto saat sidak di Bengawan Solo, Kamis (28/11).

Diketahui bersama, air Bengawan Solo merupakan sumber air baku untuk Perusahaan daerah Air Minum (PDAM) Tirta Amerta Blora. Akibat pencemaran ini, sekitar 12 ribu pelanggan PDAM tidak mendapatkan pasokan air dalam beberapa hari terakhir.

Lebih lanjut, Subroto mendesak Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan tindakan tegas kepada perusahaan yang mencemari Bengawan Solo dengan limbahnya. Bahkan, pihaknya juga meminta Pemerintah Pusat memperhatikan situasi ini.

“Pak Gubernur harus ada tindakan tegas. Syukur-syukur, pemerintah pusat mau turun tangan,” harapnya.

Sementara, anggota Komisi C, Mochamad Muchklisin meminta PDAM melakukan langkah alternatif supaya nasib pelanggannya tidak terbengkalai. Misalnya, dengan memproduksi air di luar Bengawan Solo.

“Harus ada formulasinya. Harus ada alternatif di saat Bengawan Solo seperti ini (tercemar),” pintanya.

Di sisi lain, Direktur PDAM Tirta Amerta, Yan Riya Pramono tidak berkomentar banyak terkait hal ini. Pasalnya, hingga saat ini Bengawan Solo merupakan sumber air baku bagi PDAM Blora, dan sumber lainnya tidak dapat menopang produksi. (jyk)

banner 120x500
  • Bagikan
error: Konten dilindungi!!