fbpx

BLORA KAJI TIRU PENURUNAN ANGKA STUNTING KE GROBOGAN

Untuk mendukung upaya percepatan penurunan stunting, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora melakukan Kaji Tiru ke Pemkab Grobogan, guna belajar strategi percepatan penurunan angka stunting. Hal itu dilakukan mengingat Kabupaten Grobogan berhasil menurunkan prevalensi angka stunting menjadi 9,6 persen. Melampaui target nasional sekaligus menjadi yang terendah di Jawa Tengah.
Jajaran Pemkab Blora dan Pemkab Grobogan.

Blora – Untuk mendukung upaya percepatan penurunan stunting, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora melakukan Kaji Tiru ke Pemkab Grobogan guna belajar strategi percepatan penurunan angka stunting. Hal itu dilakukan mengingat Kabupaten Grobogan berhasil menurunkan prevalensi angka stunting menjadi 9,6 persen. Melampaui target nasional sekaligus menjadi yang terendah di Jawa Tengah.

Dalam studi kaji tiru pada Senin siang (14/3) kemarin, Wakil Bupati Blora, Tri Yuli Setyowati hadir memimpin langsung kegiatan tersebut. Didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora Edi Widayat, Kepala Dinas Dalduk KB Purwanto, Kepala Bappeda Blora Mahbub, dan dari Tim Penggerak PKK Kabupaten Blora. Rombongan diterima Wakil Bupati Grobogan Bambang Pujiyanto di Ruang Rapat Wakil Bupati didampingi Kepala Dinas Kesehatan Grobogan, Kepala Bappeda, OPD dan jajaran terkait lainnya.

BACA JUGA :  CEGAH STUNTING DENGAN TIDAK NIKAH DINI

“Kita datang ke Grobogan setelah tanggal 1 Maret lalu kita rapat dengan BKKBN di Semarang tentang Sosialisasi RAN-PASTI. Dalam salah satu slide yang disampaikan oleh kepala BKKBN bahwa, ternyata hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 Kab. Grobogan sudah di angka 9,6% dari angka prevalensi stunting Jawa tengah. Grobogan di angka yang terendah, Sementara Blora prevalensi stunting masih di 21,5%,” terang Wakil Bupati Blora, Tri Yuli Setyowati.

Mantan anggota DPRD Blora ini berharap jajarannya dapat belajar kaitannya dengan penurunan stunting di Grobogan.

BACA JUGA :  SUKSES TANGANI STUNTING, BLORA TERIMA BANYAK PENGHARGAAN

“Saya bicara dengan Pak Edi Kadinkes, yuk kita belajar, bagaimana kita bisa ATM ke Grobogan. Amati, Tiru, dan Modifikasi. Tadi lihat paparan Kepala Bappeda dalam waktu 2019 sampai 2021 dari angka 29,13 persen turun menjadi 9,6 persen, menurunkan satu digit saja tidaklah mudah. Ini bisa sampai berdigit-digit turun. Itu yang menjadi catatan kita untuk belajar,” tambahnya.

Untuk menurunkan angka stunting perlu kerjasama dan dukungan dari berbagai pihak. Ternyata memang kuncinya harus dilakukan bareng-bareng. Dikeroyok agar angkanya bisa segera turun.

Wabup Tri Yuli mengapresiasi Pemkab Grobogan yang telah berkenan untuk berbagi ilmu terkait hal tersebut.

“Terimakasih Ibu Bupati dan Pak Wakil Bupati atas ilmu-ilmu dan wejangan yang diberikan untuk Kabupaten Blora dalam kaji tiru percepatan penurunan stunting ini,” ucapnya.

BACA JUGA :  INILAH INOVASI PENANGGULANGAN STUNTING DI BLORA

Sementara itu Wakil Bupati Grobogan menjelaskan, bahwa upaya untuk menurunkan angka stunting di Grobogan terus dipacu.

“Upaya penurunan stunting ini memang kita sangat luar biasa, di setiap kesempatan waktu, rapat-rapat pengendalian Covid-19 kemarin juga dengan kepala desa, melalui daring selalu kita sampaikan bagaimana menangani stunting ini,” tambahnya.

Dengan kerja keras semua pihak, akhirnya prevalensi angka stunting di Grobogan bisa turun hingga berada di bawah 10 persen.

“Hasilnya sudah kita lihat bersama, sekarang menjadi 9,6 persen, sehingga target nasional sudah terlampaui,” ucapnya. (Adv).