fbpx

CARI SOLUSI PERSOALAN TANI, GKTHB AUDIENSI DI DPRD BLORA

Audiensi GKTHB Kabupaten Blora di DPRD, terkait persoalan pertanian.
Audiensi GKTHB Kabupaten Blora di DPRD, terkait persoalan pertanian.

Blora, BLORANEWS – Gabungan Kelompok Tani Hutan (GKTHB) Kabupaten Blora melaksanakan audiensi di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blora, Selasa (8/11) guna menyelesaikan masalah pertanian.

Ketua GKTHB, Exy Wijaya menyampaikan masalah pertanian yang ada di Kabupaten Blora. Seperti mahalnya harga pupuk bersubsidi, kelangkaan bibit padi, kuota pupuk tidak sesuai yang diterima, hasil jual pertanian yang anjlok, banyaknya kartu petani yang dipegang oleh pengecer, kurangnya keterbukaan informasi publik tentang kuota pupuk dan Harga Eceran Tertinggi (HET).

BACA JUGA :  CAMAT KUNDURAN BERHARAP DPRD PERJUANGKAN ASPIRASI MASYARAKAT

“Banyaknya oknum yang bermain di tata niaga pendistribusian pupuk bersubsidi, kurangnya edukasi ke kelompok tani dalam pengajuan RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok), hak petani hutan untuk mendapatkan kuota pupuk bersubsidi dan kurangnya perhatian pemerintah terkait dengan permodalan di sektor pertanian,” terangnya.

GKTHB dalam hal ini didukung oleh Sedulur Relawan Tani (Sentani), Front Blora Selatan (FBS) dan Gerakan Rakyat Menggugat (Geram).

“Kami di sini butuh solusi bapak-bapak. Kawan yang terhormat, harus paham kondisi bawah. Kami butuh solusi, kami butuh pencerahan. Sudah saatnya kita selesaikan budaya sesat ini. Persoalan pertanian harus terselesaikan,” kata Exy.

BACA JUGA :  AUDIENSI SOAL PERADES TAK BOLEH BAWA HP DAN TAS

Sementara itu, Ketua Komisi B (Bidang Perekonomian dan Keuangan) DPRD Kabupaten Blora, Yuyus Waluyo menerima audiensi di Gedung DPRD Blora. Menurutnya untuk menyelesaikan masalah pertanian perlu adanya pertemuan lanjutan dengan berbagai pihak.

“Ini adalah forum diskusi untuk mengatasi masalah pertanian, masalah pertanian ini sangat komplek. Forum sore ini tidak akan selesai. Perlu adanya pertemuan lanjutan dengan pihak-pihak terkait. Seluruh stakeholder harus bergandeng tangan untuk mengatasi hal ini,” ucapnya.

BACA JUGA :  KIAN TERCEKIK! PETANI KINI HANYA MENDAPAT 2 JENIS PUPUK SUBSIDI

Kesempatan tersebut hadir Pemerintah Kabupaten Blora diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan Luluk Kusuma Agung Ariadi, Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Dinperindagkop) Kabupaten Blora, Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) Kabupaten Blora, Produsen Pupuk Bersubsidi Petrokimia Gresik, Distributor dan Ketua Asosiasi Kios Pupuk lengkap (KPL) Kabupaten Blora. (jam)