fbpx
Adv  

CERITA WARGA BLORA DI BAWEAN SAAT RASAKAN GEMPA

Rahma, warga Blora di Bawean.

Blora, BLORANEWS – Rahma, seorang warga asal Desa Jepangrejo Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Jawa Tengah yang bertugas di Pulau Bawean mengaku kaget dan gemetar saat masak untuk berbuka puasa karena terjadi gempa susulan yang cukup menggemparkan dan menggelegar pada Jumat (22/3/2024) sore.

“Sepulang kerja, saya masak untuk buka puasa, beberapa saat kemudian terjadi gempa susulan yang cukup menggelegar, bergemuruh cukup dahsyat dan menggemparkan, langsung matikan kompor, lari keluar, saya kira setelah terjadi siang sudah landai, tak tahunya ada suara gemuruh gempa susulan yang mengguncang beberapa menit,” kata Rahma, seorang Pegawai ASN Pemkab Gresik asal Blora yang sudah dua tahun berdinas di wilayah Kecamatan Sangkapura Bawean, Jumat (22/3/2024) malam

Rahma mengaku trauma karena baru pertama kali mengalami kejadian semesta yang cukup menggemparkan disertai suara gemuruh. Apalagi hidup di perantauan, jauh dari orang tua dan saudara.

“Sampai saat ini masih deg-degan, tapi semalam saya dan warga tetap melaksanakan salat tarawih di lapangan, saya juga diminta Bapak kost untuk berkumpul di rumah Bu Kasun (perangkat desa) untuk antisipasi bila terjadi gempa susulan, Alhamdulillah, semalam aman meski masih beberapa kali terasa dengan skala kecil, setelah sahur tadi kembali ada gempa susulan yang mendebarkan,” ungkapnya, Sabtu (23/3/2024) pagi.

Dirinya berdoa semoga tidak terjadi lagi gempa susulan sehingga aktivitas bisa kembali berjalan seperti sebelumnya.

“Semoga semuanya selalu dalam lindungan Allah SWT. Semoga kondisi segera stabil dan aman kembali.
Amin,” ungkapnya.

Rahma adalah salah satu Radiografer yang bertugas di RSUD Umar Mas’ud Kecamatan Sangkapura Bawean.

Ia mengaku mendapat empati dan support dari teman dan saudara dari peristiwa bencana gempa.

“Saya banyak terima pesan melalui WhatsApp, ternyata info peristiwa gempa luar biasa. Terimakasih buat teman dan saudara, keluarga atas empati dan supportnya. Terimakasih kepada Bapak Bupati Gresik dan tim BPBD Gresik yang langsung gerak cepat,” ucapnya.

Rahma pun mengucap syukur karena jaringan komunikasi tidak ada kendala.

Berdasarkan informasi yang disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Hari Jumat 22 Maret 2024 pukul 11.22.45 WIB wilayah Pantai Barat Gresik, Jawa Timur diguncang gempa tektonik.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,9. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 5,79° LS ; 112,32° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 126 Km arah Timur Laut Tuban, Jawa Timur pada kedalaman 10 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif di laut Jawa. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser ( _strike-slip_ ).

Gempabumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Tuban dengan skala intensitas IV-V MMI (Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk), Bawean dengan skala intensitas III-IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), daerah Jepara, Lamongan, Bojonegoro, Surabaya, Kudus, Blora, Pekalongan, Nganjuk, Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Sidoarjo, Madiun, Pasuruan, Malang, Semarang, dan Yogyakarta dengan skala intensitas II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu). Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini Tidak Berpotensi Tsunami.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Dr. Daryono,S.Si., M.Si. mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah.

Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), telegram channel (https://t.me/InaTEWS_BMKG) atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg. (Adv)