Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

DAKOCY DAN KIKOCY, JAJANAN BARU DI WONO AJI

Kedungtuban- Wana wisata Wono Aji hingga kini belum memiliki oleh-oleh yang khas. Peluang menyediakan oleh-oleh kepada pengunjung ini, segera dilirik warga setempat. Terbuat dari singkong, terciptalah Dakocy dan Kikocy sebagai jajajan khas tempat wisata ini.

Dakocy merupakan akronim dari daun singkong crunchy, sedangkan Kikocy adalah keju singkong crunchy. Dua produk ini tercipta dari inisiatif warga setempat, yang dibanti tim KKN Undip Semarang di Desa Ngraho.

 

Mahasiswa KKN Undip mengenalkan jajanan berbahan dasar singkong di Wana Wisata Wono Aji Kedinding, Desa Ngraho Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora

Mahasiswa KKN Undip mengenalkan jajanan berbahan dasar singkong di Wana Wisata Wono Aji Kedinding, Desa Ngraho Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora

 

“Di desa ini, komoditas utamanya adalah jagung dan singkong. Masyarakat dan kita berfikir, bagaimana membuat dua komoditas ini memiliki nilai jual,” ujar Koordinator KKN Undip di Desa Ngraho, Agung Eka Saputra, Minggu (03/02).

Tak hanya itu, kawasan wisata Wono Aji yang baru dibuka beberapa waktu yang lalu juga belum memiliki oleh-oleh yang khas. Peluang ini dinilai dapat mengenalkan komoditas lokal, sekaligus meningkatkan perekonomian warga setempat.

Selain jajanan, peluang untuk menyediakan cendera mata dari bahan dasar limbah kayu juga dinilai cukup menguntungkan. Dengan harga yang tak sampai menguras kantong, jajanan ini ludes terjual pagi hari tadi.

“Produknya enak dan harganya murah. Tapi yang jelas, produk ini kreatif karena mengolah hasil pertanian yang melimpah di desa ini, Singkong. Semoga bisa dikembangkan secara luas, nantinya,” ucap salah satu pengunjung Wono Aji, Kunto Susilo usai membeli Dakocy.

Kerja sama antara warga dengan KKN Undip, yang berhasil menciptakan jajanan unik ini, diapresiasi pemerintah desa setempat. Tak hanya mengajak warga mengolah produk lokal, para mahasiswa juga telah berbagi ilmu tentang pemanfaatan berbagai potensi yang ada.

“Mahasiswa KKN telah membantu warga dengan berbagi ilmu tentang pembuatan pupuk kompos, metode pembiakan ikan lele, dan lain sebagainya. Ini cukup baik, dan semoga dapat terus kita kembangkan,” komentar Kades Ngraho, Sumarji. (zn)

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan