fbpx

PURWOSUCI, KEDINDING – KEDUNGTUBAN : PETILASAN SANG SULTAN PAJANG

  • Bagikan
PURWO SUCI KEDINDING KEDUNGTUBAN
Makam purwosuci kedinding

Kedinding (09.05.2016) Kabupaten Blora pada masa lampau merupakan salah satu daerah kekusasaan Kesultanan Pajang yang terletak di bagian timur dari monarki tersebut. Di sudut paling timur dari Kabupaten Blora terdapat salah satu kadipaten paling dinamis di Kaesultanan Pajang kala itu, Kadipaten Jipang Panolan.

PURWO SUCI KEDINDING KEDUNGTUBAN
Makam purwosuci kedinding

Kadipaten Jipang Panolan dikatakan dinamis karena situasi perdagangan dan pemerintahan di Kadipaten Jipang Panolan sendiri dipengaruhi oleh mengalirnya Sungai Bengawan Solo di sebelah timur kadipaten tersebut. Selain itu, aroma perlawanan juga kuat mengingat karena Adipati Jipang Panolan adalah Arya Penangsang, Putra Pangeran Sekar. Pangeran Sekar sendiri adalah kerabat Kesultanan Demak yang dibunuh oleh penerus Sultan Trenggana (Sultan Demak) yang bernama Sunan Prawoto. Peristiwa pembunuhan Pangeran Sekar inilah yang membuat hubungan Pajang sebagai penerus Kesultanan Demak dengan Jipang Panolan penuh dengan ketegangan. Mengahadapi potensi pemberontakan Kadipaten Jipang Panolan yang dapat meletus sewaktu – waktu, Kesultanan Pajang melakukan kunjungan langsung ke wilayah Kadipaten Jipang Panolan untuk meredam situasi tersebut. Dalam kunjungan “ tidak resmi “ tersebut delegasi Pajang yang dipimpin oleh Sultan Pajang sendiri memilih daerah Kedinding – Kedungtuban sebagai tempat singgah.

purwosuci kedinding blora
Purwosuci kedinding 

Kedinding – Kedungtuban, dipilih menjadi tempat singgah para delegasi Pajang mengingat tempat tersebut memiliki ketinggian yang cukup untuk memantau situasi di Jipang Panolan. Selain sebagai tempat singgah dan pengamatan, Sultan Hadiwijaya sendiri memilih tempat ini untuk bermeditasi dan memohon pertolongan Tuhan Yang Maha Kuasa untuk dapat meredam pemberontakan Jipang panolan. Seiring berjalannya waktu, Bukit Kedinding di Kecamatan Kedungtuban menjadi tempat yang ditakuti oleh para pegawai pemerintahan. Menurut masyarakat setempat, hal ini karena pertempuran antara Arya Penangsang dan Sutawijaya bermula dari wangsit yang didapat di tempat ini. Situs Kedinding – Kedungtuban, dengan peristiwa sejarah yang kental melingkupi tempat ini membuat situs ini menjadi salah satu situs bersejarah di Kabupaten Blora. Wibawa dan reputasinya tidak pernah luntur sekalipun saat ini, situs Kedinding – Kedungtuban bangunannya tampak tua dan tidak terawat.

Reporter          : Purwadi

Fotografer        : Sahal M.

banner 120x500
  • Bagikan