DUNIA MAYA KITA TERBELAH




Saat ini dunia maya kita seolah terbelah menjadi dua. Sebetulnya hal itu terjadi sejak lima tahun lalu. Namun, tensinya bertambah setelah penetapan calon presiden. “Come back”nya dua calon ini menambah suhu dunia maya kita semakin memanas.

 

Ahmad Solikin (Pengurus GP Ansor Blora)

 

Kelompok pendukung petahana bersikap, semua kebijakan dan apapun yang dilakukan oleh petahana adalah benar. Sehingga menutup ruang evaluasi dan saran. Terkesan tidak boleh ada yang melakukan kritik. Ketika ada yang mencoba melakukan kritik atau evaluasi “di-bully”, bahkan tak jarang dicari celah kesalahannya.

Sementara kelompok satunya bersikap tidak kalah ngawurnya. Apapun yang diputuskan dan dilakukan oleh petahan dianggap salah. Sering kali mereka mengekspresikan ketidaksetujuannya dengan nada nyinyir.

Kedua kubu selalu berhadap-hadapan, tidak ada ruang kompromi. Misalnya kelompok pendukung petahan juga menerima lapang dada kritik dari kebijakan petahan yang dianggap merugikan masyarakat luas. Dan sebaliknya, para kelompok pendukung sebelah juga mengapresiasi kebijakan petahana yang dianggap menguntungkan banyak orang.

Keadaan ini tentu tidak baik, karena menghilangkan sisi obyektifitas kita dalam memandang sesuatu. Keadilan dalam pikiran dan daya kritis kita menjadi tumpul. Hanya orang-orang bernyali besar yang berani melakukan kritik dan apresiasi, karena berpotensi mendapatkan cacian dari kedua kubu. Hal ini ketika terus dipertahankan dan tidak segera disadari, maka tidak menutup kemungkinan akan menjalar ke dunia nyata.

Menyikapi kondisi seperti ini, kita harus kritis, obyektif dalam memandang sebuah kebijakan. Tidak usah terlalu fanatik, kita tetap bersikap tengah-tengah. Dan yang paling penting beranggapan apapun yang sedang diperjuangkan oleh kedua kelompok ini adalah dalam rangka memakmurkan negara kita.

Oleh: Ahmad Solikin (Pengurus GP Ansor Blora)

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.