fbpx

LANTIK BUPATI GROBOGAN, GANJAR : JALAN RUSAK HARUS JADI PERHATIAN

  • Bagikan
LANTIK BUPATI GROBOGAN, GANJAR : JALAN RUSAK HARUS JADI PERHATIAN
Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih Pilkada Grobogan 2020

Semarang – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo secara resmi melantik Bupati dan Wakil Bupati terpilih Pilkada Grobogan 2020, yakni Sri Sumarni-Bambang Pujiyanto. 

Dalam pelantikan itu, Ganjar meminta Sri Sumarni dan Bambang Pujiyanto langsung tancap gas menyelesaikan persoalan yang mendesak di Kabupaten Grobogan terutama kondisi infrastruktur.

“Yang utama infrastruktur. Kan sekarang yang jadi perhatian di sana memang infrastruktur. Jalannya memang lumayan rusak, ini yang harus segera diperbaiki. Beberapa juga ada yang jalan provinsi, maka kami sudah menyiapkan di Musrenbang untuk perbaikan. Saya sampaikan terbuka, karena anggaran 2020 kemarin tidak bisa jalan karena refocusing dan anggaran 2021 hanya sedikit, mungkin baru bisa digaspol pada 2022 nanti,” kata Ganjar di gedung Gradhika Bhakti Praja, Senin (26/4).

Selain persoalan jalan, Ganjar juga meminta Sri Sumarni dan Bambang Pujiyanto terus bekerja dalam rangka menghadapi pandemi. Persoalan recovery ekonomi, lanjut Ganjar juga harus menjadi perhatian. Integritas harus dipegang teguh agar tidak ada lagi pungli, gratifikasi hingga korupsi.

“Kemarin ada informasi, pernikahan dini naik selama pandemi. Ini harus ditekan dan program Jo Kawin Bocah harus diedukasi. Persoalan stunting juga jangan sampai diabaikan, program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng merupakan kunci untuk mengatasi persoalan-persoalan itu,” tambah Ganjar.

Dalam kesempatan itu, Ganjar mengajak untuk mendoakan awak KRI Nanggala 402 yang telah dinyatakan gugur. Ganjar mengatakan bahwa dirinya mengikuti perkembangan tenggelamnya KRI Nanggala. Dari 53 awak kapal selam itu, beberapa diantaranya berasal dari Jawa Tengah.

“Ketika Panglima TNI kemarin menyatakan itu (tenggelam dan prajurit gugur), saya cek datanya ternyata sebagian prajuritnya dari Jateng, ada juga yang dari Grobogan. Maka kita merasa berduka, mereka putra terbaik bangsa yang menjaga wilayah air NKRI dengan segala kegigihan dan perjuangannya,” ucap Ganjar.

Ganjar mengatakan belum menerima data secara resmi ada berapa prajurit KRI Nanggala yang berasal dari Jawa Tengah, ia hanya mengikuti dari media.

“Saya sedang minta staff saya carikan detilnya sampai alamatnya. Kalau tidak salah ada enam atau tujuh gitu,” pungkasnya.

Sementara itu, Sri Sumarni mengatakan siap langsung tancap gas melaksanakan program kerja yang telah disiapkan. Dirinya membenarkan masih ada 28 persen jalan kabupaten yang mengalami rusak berat.   

“Sebenarnya target selesai itu di 2021, sesuai visi misi periode awal saya kemarin. Tapi karena ada Covid-19, anggaran direfocusing sehingga tidak bisa 80 persen jalan dalam kondisi baik sesuai target kami,” katanya. (Jay)

  • Bagikan