Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

LEGENDA KALI LUSI




Di tengah kegembiraan Syekh Jati Kusuma dan Kyai Mranggi tiba-tiba datanglah sebuah prahara. Prahara tersebut berupa hujan deras dan angin ribut yang sempat membuat Syekh Jati Kusuma dan Kyai Mranggi panik. Hujan deras dan angin ribut itu terjadi selama beberapa hari. Kemudian di Gunung Butak muncullah beberapa sumber air. Sumber yang airnya mengalir ke arah timur itu dinamakan Kali Kesemen. Sumber air tersebut menjelajahi Desa Tahunan, Bangilan, dan terus ke arah Bojanegara. Sumber air yang mengalir ke selatan berasal dari Gunung Kajar atau Desa Kajar. Daerah yang dilalui oleh air dari sumber tersebut tanahnya longsor. Oleh karena itu, banyak penghuni yang mengungsi.

Sumber air tersebut dinamakan Kali Lusi. Nama Kali Lusi berasal dari kata “ngungsi” (mengungsi). Air dari Kali Lusi yang terletak di Gunung Butak yang mengalir ke arah barat menjadi Kali Brubulan. Kemudian air yang mengalir ke arah utara menjadi Kali Mudal (di daerah Pamotan).

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan