fbpx

MENGENANG SULTAN HASANUDDIN, AYAM JANTAN DARI TIMUR

Guna mengenang para jasa pahlawan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berkunjung ke Sulawesi Selatan untuk berziarah ke makam pahlawan nasional, yaitu Sultan Hasanuddin yang berada di Kabupaten Gowa, Sabtu (7/5). Setelah ziarah ke makam Pangeran Diponegoro pada Jum'at (6/5) kemarin.

Gowa – Guna mengenang para jasa pahlawan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berkunjung ke Sulawesi Selatan untuk berziarah ke makam pahlawan nasional, yaitu Sultan Hasanuddin yang berada di Kabupaten Gowa, Sabtu (7/5). Setelah ziarah ke makam Pangeran Diponegoro pada Jum’at (6/5) kemarin.

Kontruksi bangunan makam Sultan Hasanuddin yang dibangun sekitar tahun 1600-1700 an, berbentuk batuan bersusun mengerucut ke atas, khas bangunan candi kuno. Konon diduga, batu-batu itu disusun dan ditempel menggunakan putih telur.

BACA JUGA :  MAKAM PAHLAWAN NASIONAL POTJUT MEURAH INTAN DIBERSIHKAN

Gubernur Ganjar tiba di kompleks makam Sultan Hasanuddin sekitar pukul 10.00 WITA. Ia didampingi Bupati Gowa, Adnan berkeliling melihat makam sambil mendengarkan penjelasan dari juru kunci makam, Syahrul.

Menurut Ganjar, Sultan Hasanuddin merupakan tokoh yang fenomenal, ia menjadi raja saat masih muda. Memerintah sekitar 17 tahun. Memiliki semangat heroik dan patriotisme perjuangan mengusir kolonial Belanda.

BACA JUGA :  GUBERNUR ACEH DUKUNG POTJUT MEURAH INTAN JADI PAHLAWAN NASIONAL

“Beliau membuat Belanda ketakutan. Bahkan karena heroiknya, Sultan Hasanuddin oleh Belanda dijuluki Ayam Jantan dari Timur. Dan gambar ayam jantan itu dipasang di atas makam beliau. Ini memberikan semangat pada kita yang masih muda-muda untuk jadi petarung. Betul-betul jadi petarung,” ucap Ganjar.

Pada kompleks makam tersebut terdapat sejumlah makam selain Sultan Hasanuddin. Diantaranya makam istri, anak serta sejumlah raja-raja Gowa. Terdapat pula patung Sultan Hasanuddin tampak gagah dengan baju merahnya. (Jam). 

BACA JUGA :  MAKAM PAHLAWAN NASIONAL POTJUT MEURAH INTAN DIBERSIHKAN