fbpx

MERASA BERSALAH, PIPIT MINTA MAAF KE BONDAN

Pipit WA (kiri) meminta maaf ke Bondan Sukarno, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Blora (kanan), Jumat (31/08).

Blora – Merasa bersalah atas komentarnya di media sosial, Pipit Windri Aryati akhirnya meminta maaf kepada banyak pihak yang disinggungnya.

Saat menyampaikan permintaan maaf, Pipit ditemani suaminya yang juga Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora, Samgautama Karnajaya. Sedikitnya, 3 pejabat yang pernah bertugas di DPU Blora didatangi Pipit dan suaminya hari Jumat (31/08) kemarin.

 

Pipit WA (kiri) meminta maaf ke Bondan Sukarno, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Blora (kanan), Jumat (31/08).

 

Pertama, Pipit mendatangi Samsul Arif (sekarang Kepala Dinas Perumahan Pemukiman dan Perhubungan). Selanjutnya, Pipit mendatangi Dewi Tedjowati (sekarang Kepala Dinas Lingkungan Hidup).

Terakhir, Pipit dan suaminya mendatangi rumah mantan Kepala DPU Blora, Bondan Sukarno. Di depan Bondan, Pipit dan suaminya meminta maaf dan menangis. Pipit mengaku menyesali perbuatannya menulis komentar tak pantas, di media sosial.

“Sekali lagi kami berdua minta maaf kepada pak Bondan, keluarga dan karyawan. Ini pembelajaran bagi kami semua,” ujar Samgautama, saat memintakan maaf atas kesalahan istrinya itu, sambil terisak.

Sementara itu, Bondan Sukarno yang juga mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Blora, mengaku telah memaafkan Pipit. Bondan juga berpesan kepada Pipit untuk berhati-hati saat berkomentar di media sosial.

“Saya tidak mentolo (tega –red),  apa lagi keduanya sudah nglenggono (mengakui –red) kesalahannya. Bicara di media sosial harus hati-hati. Ada aturan main dan lain-lain. Ini semoga yang pertama dan terakhir di Blora,” ucap Bondan.

Bondan mengatakan, dirinya tidak berencana melanjutkan perkara ini ke ranah hukum. Mengingat, Pipit dan suaminya telah meminta maaf kepadanya, dan kepada pihak-pihak lain yang tersinggung dengan komentar pedas Pipit di media sosial.

“Bu Dewi juga nangisi saya. Mudah-mudahan kami tidak lanjutkan(proses hukum). Mudah-mudahan saja. Insya allah tidak jadi,” pungkas Bondan.

 

Reporter : Top