fbpx

MOBIL ANAK BANGSA IKUTI AJANG BALAP INTERNASIONAL, GANJAR: MEREKA BUTUH DUKUNGAN FINANSIAL

Mobil balap karya Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) akan ikuti ajang balap internasional bertajuk Event Student Formula. Mobil yang diberi nama Bimasakti itu akan berlaga pada bulan Juli nanti di negeri kincir angin Belanda.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menaiki mobil balap karya anak bangsa.

Jogjakarta, BLORANEWS – Mobil balap karya Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) akan ikuti ajang balap internasional bertajuk Event Student Formula. Mobil yang diberi nama Bimasakti itu akan berlaga pada bulan Juli nanti di negeri kincir angin Belanda.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, kreasi anak bangsa harus mendapat dukungan baik dari pemerintah maupun swasta. Terutama dukungan dalam hal finansial.

BACA JUGA :  PEMPROV JATENG AKAN BANTU RENOVASI PASAR WAGE PURWOKERTO

“Mudah-mudahan juara. Tapi mereka butuh dukungan kita semua. Sekarang yang dibutuhkan dukungan finansial, karena yang lain rasanya sudah oke” jelasnya saat mengunjungi bengkel pembuatan Bimasakti ditengah kegiatannya di Jogjakarta.

Ia menambahkan, program riset and development semacam ini harus mendapat dukungan dan pendampingan penuh guna mewujudkan teknologi transportasi di masa depan.

BACA JUGA :  MERIAHKAN BULAN BUNG KARNO DENGAN TARIAN TRADISIONAL

“Penelitian semacam ini harus didukung. Ya biasanya kendalanya anggaran, maka CSR bisa diarahkan ke sini. Bisa juga mereka yang bayar pajak, diberikan tax deduction dan diberikan pada peneliti seperti anak-anak muda ini,” tambahnya.

Terpisah, Aditya selaku Ketua Tim Bimasakti mengatakan, ajang balap tersebut merupakan perlombaan keteknikan antar mahasiswa dari berbagai negara. Adapun yang dilombakan dalam ajang tersebut meliputi, rancang bangun mobil, kecepatan mobil, performance hingga persoalan bisnis.

BACA JUGA :  JELANG LEBARAN 2022, GUBERNUR JATENG: FLUKTUASI HARGA TERJADI

“Untuk itu kami sangat berharap dukungan semua pihak. Dari pemerintah beberapa kementerian sudah bantu, dari kampus juga termasuk dari masyarakat. Namun kami tetap butuh suport agar ini bisa dikembangkan lagi,” ucapnya. (Kin).