PEDAGANG PASAR TRADISIONAL RAWAN JADI KORBAN UANG PALSU

Blora- Meski belum ada temuan maupun laporan terkait peredaran uang palsu, aparat kepolisian terus melakukan tindakan antisipatif. Pasalnya, kejahatan ini kerap menyasar para pedagang pasar tradisional yang tidak menggunakan detektor uang palsu.

“Sengaja kami sasar pasar tradisional karena kebanyakan pedangan di pasar tradisional, berjualan tanpa menggunakan,” terang Kapolsek Cepu Polres Blora, AKP Slamet Riyanto saat melakukan patroli di pasar tradisional setempat, Senin (03/06).

 

Petugas Polres Blora blusukan ke pasar tradisional

 

Potensi peredaran uang palsu semakin meningkat seiring dengan naiknya kebutuhan masyarakat menjelang lebaran yang tinggal hitungan hari. Tak hanya di pasar tradisional, uang palsu juga bisa diedarkan melalui jasa penukaran uang.

Tak hanya di Cepu, patroli kepolisian untuk mencegah peredaran uang palsu juga digelar di pasar tradisional Jepon. Aksi petugas di pasar ini sempat mengagetkan para pedagang yang tengah berjualan di pasar ini.

Kulo kaget, kok wonten pak pulisi mriki, eee jebule ngelingke bab duwit palsu. (Saya kaget, kok ada polisi yang mendatangi saya. Ternyata, menyampaikan himbauan untuk mewaspadai uang palsu, terj),” kata Mbah Darni, pedagang tersebut.

Kapolsek Jepon Polres Blora, AKP Sudarno mengungkapkan, patroli kepolisian di pasar tradisional tersebut, merupakan instruksi Kapolres Blora AKBP Antonius Anang Tri Kuswindarto dalam rangka menjaga kondusifitas Kamtibmas sepanjang perayaan Idul Fitri 2019.

“Selain kerawanan gangguan kamtibmas di pasar seperti copet, jambret maupun gendam, salah satu kerawanan lain yang harus di antisipasi adalah peredaran uang palsu,” jelas AKP Sudarno. (jay)

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan