fbpx

PROGRAM DESA DAMPINGAN, PEMPROV GANDENG KOMEKRAF

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggandeng Komite Ekonomi Kreatif (Komekraf) dalam mengembangkan program desa dampingan untuk mengentaskan kemiskinan di Jateng.
Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen saat memimpin Rapat Evaluasi Desa Dampingan 2021 dan Rencana Pelaksanaan Desa Dampingan 2022 di Gradhika Bhakti Praja.

Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggandeng Komite Ekonomi Kreatif (Komekraf) dalam mengembangkan program desa dampingan untuk mengentaskan kemiskinan di Jateng.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menuturkan, sebanyak 83 desa dampinagan yang nantinya akan dilakukan assesment oleh Komite Ekonomi Kreatif. Tujuannya untuk mengetahui dan memetakan potensi ekonomi kreatif yang bisa dikembangkan.

“Saya berharap bantuan-bantuan kita tidak bersifat bangunan saja, atau infrastruktur saja ya. Tapi bagaimana membuat ekonomi kreatif. Masyarakat itu bisa memiliki potensi income yang kontinyu,” tuturnya usai memimpin Rapat Evaluasi Desa Dampingan 2021 dan Rencana Pelaksanaan Desa Dampingan 2022 di Gradhika Bhakti Praja, Jum’at (04/03).

BACA JUGA :  RENDAH! BLORA PERINGKAT 14 DAERAH TERMISKIN DI JAWA TENGAH

Menurutnya, kehadiran Komekraf bisa menjadi daya ungkit ekonomi baru di desa-desa yang didampingi, diantaranya membantu masyarakat mengembangkan potensi desa dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Misalnya UKM-UKM yang saat ini tumbuh masih kendalanya pemasaran. Atau mungkin pemilik UKM tidak punya orang ahli dalam berbahasa Inggris. Desa-desa dampingan ini, kita nanti mungkin bisa menemukan hal-hal baru. Bisa kita link-kan kepada para pelaku UKM di Jateng,” tambahnya.

BACA JUGA :  JUMLAH PENDUDUK MISKIN KABUPATEN BLORA KEMBALI MENINGKAT DI TAHUN 2021

Taj Yasin saat kunjungan di Cilacap, mengaku terinspirasi dari ekonomi kreatif di perusahaan obat tradisional dan kosmetik di Cilacap. Perusahaan tersebut mampu bertahan melalui pemberdayaan masyarakat dan digital marketing meski ditengah pandemi covid-19.

“Dengan menciptakan ekonomi kreatif, kami optimis akan menumbuhkan potensi income yang kontinyu bagi masyarakatnya. Sehingga kesejahteraan masyarakat di desa-desa miskin akan meningkat,” tandasnya. (Jam).

BACA JUGA :  PENUH KRITIK, BERIKUT KOMENTAR WARGANET SOAL TURUNNYA MINAT BERTANI PENDUDUK BLORA