fbpx

BINAAN BKD JATENG, DESA DI PEMALANG INI JADI EDUWISATA SAWAH

Desa Bojongnangka, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang yang pernah menyandang predikat desa miskin, kini telah berkembang dan memiliki edukasi wisata. Hal itu berkat pendampingan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui program Satu OPD Satu Desa.
Eduwisata sawah di Desa Bojongnangka, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang.

PEMALANG, BLORANEWS – Desa Bojongnangka, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang yang pernah menyandang predikat desa miskin, kini telah berkembang dan memiliki edukasi wisata. Hal itu berkat pendampingan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui program Satu OPD Satu Desa.

Desa Bojongnangka menjadi binaan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Tengah. Selama dua tahun, 2020-2021. Jumlah penduduk sekitar 9.600 jiwa lebih dengan 3.500 kepala keluarga. Dan, 99 persen bekerja sebagai petani dan buruh tani. Tahun 2019 desa tersebut berinisiasi membangun rumah produksi pupuk organik, namun terkendala anggaran.

BACA JUGA :  MUSIM PANCAROBA, PETANI DESA SONOKIDUL KUNDURAN MULAI TANAM PADI GOGO

Kepala Desa Bojongnangka, Wahmu mengatakan, pendampingan BKD Jateng merupakan angin segar bagi desanya. Produksi pupuk organik semakin maju, mampu menghasilkan satu ton pupuk dalam sebulan. Kemudian, dikembangkan menjadi eduwisata sawah.

“Sekarang saya mengembangkan menjadi wisata edukasi sawah kita namakan Gatra Kencana. Beberapa daerah datang ke sini untuk studi banding seperti Brebes, Tegal, Pekalongan dan Demak. Sejak dibuka Desember lalu, kini sudah mampu memberi pemasukan Rp 500 juta,” jelasnya, Minggu (15/5) .

BACA JUGA :  PADI GOGO DI SONOKIDUL KEKURANGAN AIR DAN DISERANG HAMA

Sementara, Carmo, seorang petani Desa Bojongnangka mengaku senang bahwa desanya telah mampu memproduksi pupuk organik sendiri. Hasil produksi bisa didapatkan petani secara gratis.

“Kalau ditabur itu bisa merata. Hasilnya bagus. Saya punya satu hektare sawah, ditanami padi dan jagung,” tandasnya.

Sebagai informasi, dari data yang ada, sudah sebanyak 172 desa di Jawa Tengah mendapat pendampingan sejak 2019. Setidaknya ada 48 OPD yang terlibat dalam program tersebut. Mulai dari pemberdayaan, RTLH, jambanisasi, dan lainnya. (Jam). 

BACA JUGA :  ANGKA KEMISKINAN MASIH JADI MOMOK PEMKAB BLORA