fbpx

RANCANG MAJALAH KAMPUS, PULUHAN MAHASISWA IKUTI DIKLAT JURNALISTIK

  • Bagikan
Diklat Jurnalistik oleh BEM STAI Al Muhammad Cepu di gedung MTs Ma’arif Blora, Kamis (22/03).

Blora – Sebanyak 30 mahasiswa mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Jurnalistik yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa STAI Al Muhammad Cepu di Gedung MTs Maarif Blora, Kamis (22/03). Rencananya, BEM akan menerbitkan majalah usai pelatihan tersebut.

 

Diklat Jurnalistik oleh BEM STAI Al Muhammad Cepu di gedung MTs Ma’arif Blora, Kamis (22/03).

 

Kegiatan yang bertema “The Power of Writing, Satu Goresan Sejuta Perubahan” itu, bertujuan untuk mengasah kemampuan dan skill jurnalistik yang dimiliki para mahasiswa. Dengan begitu, nantinya akan menjadi jurnalis atau wartawan majalah kampus tersebut.

“Ini juga untuk mengasah agar mahasiswa aktif menulis. Tidak hanya dalam membuat makalah saja,” ujar Itsna, Ketua Panitia Diklat dalam sambutannya.

Materi yang disampaikan di antaranya terkait penulisan berita, opini, artikel, features, dan liputan mendalam atau investigasi. Sebelumnya, “Kami juga telah melaksanakan pelatihan jurnalistik. Diikuti 60 mahasiswa di Kampus Induk di Cepu, 18 Maret lalu,” imbuhnya.

Sementara itu, Suratman, Dosen STAI Al Muhammad, mendukung penuh kegiatan yang dilaksanakan mahasiswanya itu. Sebab, untuk melawan berita bohong atau hoaks, salah satunya dengan berita positif. “Kalau mahasiswa memahami penyusunan berita yang baik dan benar. Maka berita hoaxs itu bisa terkendali,” ungkapnya.

Sedangkan salah satu pemateri dari Bloranews.com, Ngatono menyampaikan, para mahasiswa sangat strategis dalam dunia jurnalistik. Selain membuat karya ilmiah di kampus, juga harus memiliki ketrampilan jurnalistik seperti berita.

“Karena setiap kegiatan di kampus harus dipublikasikan, dengan gaya penulisan yang baik. Untuk membangkitkan mahasiswa dalam menulis, juga menarik pelajar yang ingin belajar dikampus tersebut,” tuturnya yang menilai antusias cukup besar peserta pada pelatihan ini.

Pihaknya pun mendukung rencana penerbitan majalah kampus itu, juga bersedia melakukan pendampingan dan kerjasama. Ia berpesan, jurnalistik sebagai kontrol sosial. Sehingga mahasiswa dituntut selalu merespon kondisi sosial.

“Salah satunya dengan membangun opini publik dengan tulisan. Ini penting, karena mahasiswa sebagai agent of change (agen perubahan), sesuai dengan tema yang diangkat,” pungkasnya.

Reporter : Niam Jamil

  • Bagikan