RELA TAK PULANG, AGAR COVID CEPAT HILANG

Blora – Wabah Covid-19 membuat perayaan lebaran tahun ini menjadi terasa sepi dan berbeda.

Ini karena aturan larangan mudik yang diterapkan pemerintah guna memutus rantai penyebaran virus Corona.

 

Ikustrasi

Ilustrasi

 

Kebijakan tersebut hampir rata dilakukan seluruh negara dunia. Gara-gara hal itu, banyak pekerja dari Blora yang berada  di kota besar memilih untuk tidak pulang ke kampung halaman.

Boby andrianto (23) menceritakan pengalamannya, remaja 23 tahun ini memilih untuk tidak pulang kampung seperti tahun-tahun sebelumnya.

Hidup di kota besar sebagai pekerja di perusahaan otomotif telah dilakoninya hampir 3 tahun.

Kangen pada keluarga disaat momen semua anggota keluarga berkumpul membuatnya hampir tak kuasa menahan keinginan untuk pulang ke kampung halaman, untung saja tiap kali keinginan itu muncul boby mengingat bahaya dan konsekwensinya.

“Kangen pasti mas, kesempatan untuk kumpul ya hanya pas lebaran begini kumpul semua anggota keluarga, makan bareng, sungkem sama orang tua, tadi telpon sedih sekali, pegel mas, semoga corona segera selesai,” Jelasnya.

Boby bekerja di Bekasi, kota yang saat ini sedang malaksanakan PSBB (Pembatasan sosial berskala Besar) semua aktifitas serba terbatas, walau demikian perusahaan tempat bekerja tidak meliburkan aktifitasnya namun menerapkan protokol kesehatan yang ketat, Perusahaan tempat bekerja melarang karyawan untuk mudik, bahkan tak segan mengeluarkan karyawan jika ketahuan melanggar.

Beruntung boby hobi memasak, untuk mengusir rasa kangen keluarga di hari lebaran ini boby memasak, keluar rumah hanya pas belanja saja, apalagi untuk keluar rumah sangat dibatasi.

“Untuk memenuhi makan, saya masak sendiri mas, bahkan hobi saya memang memasak, jadi untuk mengisi kesendirian di kos ya masak,” lanjut pemuda ini.

Nasib serupa dialami Teguh setiawan wijayanto (23) dia mengaku tidak pulang ke kampung halaman karna larangan pemerintah dan takut membawa virus, walaupun kangen suasana kampung.

Pria yang bekerja di toko bangunan ini menceritakan, sebetulnya libur 2 minggu karna di surabaya sedang PSBB (Pembatasan sosial berskala Besar), untuk memenuhi kebutuhan makan sehari hari dapat jatah dari Bos dimana dia bekerja.

“Saya berkerja di toko bangunan di surabaya, jelas kangen pengen pulang kangen suasana kampung apalagi disini juga libur 2 minggu, untuk makan saya di jatah juragan mas, semoga corona segera hilang mas.” Pungkasnya.  (spt)

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan