fbpx

RITUAL TAWUR SEGO RAMAIKAN SEDEKAH BUMI DESA GAGAKAN KUNDURAN

  • Bagikan
Gunungan hasil bumi dalam sedekah bumi Desa Gagakan kemarin (16/08). Foto : Bloranews

Kunduran – Tawur Sego, sebuah ritual khas sedekah bumi kerap dipandang negatif dewasa ini. Pasalnya, Tawur Sego dilakukan dengan cara saling melempar nasi. Bagi sebagian kalangan, Tawur Sego dipandang sebagai perbuatan mubazir. Namun, tidak demikian dengan masyarakat Gagakan dalam sedekah bumi yang dilaksanakan kemarin (16/08). Masyarakat Gagakan, masih mempertahankan adat budaya yang menjadi simbol rasa syukur ini.

 

Gunungan hasil bumi dalam sedekah bumi Desa Gagakan kemarin (16/08). Foto : Bloranews

 

Selain Tawur Sego, di desa Gagakan Kunduran juga dibuat sejumlah Gunungan dari berbagai macam hasil bumi. Gunungan hasil bumi ini diarak menuju punden desa, Sendang Gowak. Gunungan ini diarak beriringan dengan Barongan dan Drumband. Di Sendang Gowak, Gunungan dan berbagai macam sajian di doakan oleh Modin (tokoh agama) setempat kemudian dibagi kepada warga. Setelah setiap warga mendapatkan bungkusan brekatan (pembagian makanan), dilakukan ritual Tawur Sego yang kabarnya telah dilakukan secara turun-temurun.

Sudarso, Kepala Desa Gagakan berharap dengan perayaan Sedekah Bumi ini masyarakat desa Gagakan selalu dilimpahi kemakmuran, kesehatan dan kemananan. “Namun, kita juga harus tekun menjalankan ibadah, sesuai dengan agama dan kepercayaan yang kita anut,” pesannya sesaat setelah Gunungan Hasil Bumi didoakan oleh Modin setempat.

Panitia Sedekah Bumi Desa Gagakan menambahkan, sedianya acara Sedekah Bumi akan dimeriahkan dengan penampilan sejumlah artis musik dangdut. Namun, karena berdekatan dengan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke- 72, izin pentas musik diundur hari Senin depan.

“Panitia sebenarnya telah menyiapkan penampilan musik dangdut untuk memeriahkan sedekah bumi. Artis yang hadir adalah Tasya Rosmala (penyanyi dangdut anak-anak) dan Andi KDI. Karena berdekatan dengan tujuh belasan maka pentas dangdut diundur tanggal 21 Agustus depan,” terang Faizin, Panitia Sedekah Bumi desa Gagakan.

Reporter : Jacko Priyanto

  • Bagikan