fbpx

SELEKSI PERANGKAT DESA RESMI DIUNDUR USAI PILGUB

  • Bagikan
Ilustrasi

Blora – Hal itu diungkapkan Bupati Blora, Djoko Nugroho, mengungkapkan hal tersebut dalam rapat koordinasi persiapan pengisian Perades, Selasa siang (30/1/2018) di Pendopo Rumah Dinasnya.

Seleksi perangkat desa (Perades) yang sedianya dilaksanakan pada bulan April 2018 ini, akhirnya diundur oleh Pemerintah Kabupaten Blora. Namun, Pemkab akan menggelar seleksi perades usai pelaksanaan pemilihan Gubernur Jateng pada Juni mendatang.

 

Animasi

 

Bupati mengakui banyak kekurangan dan kesalahan pada Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 37 Tahun 2017 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perda Nomor 6 Tahun 2016 tentang Perangkat Desa. Serta berpotensi menimbulkan kerawanan di berbagai sisi. Hal itu diketahuinya setelah melakukan uji petik materi Perbup, yang baru ditekennya tahun 2017 lalu.

Khususnya pasal yang mengatur tentang pencalonan akan dispesifikkan dengan mengutamakan putra daerah. Sehingga Pemkab akan merevisi perbup tersebut.

“Memang banyak kesalahan dan kekurangan. Jika perekrutan itu murni diutamakan nilai akademis, bisa dipastikan putra daerah sulit ikut andil berkompetisi,” ujar Bupati.

Selain itu, setelah dirinya mendengar dan melihat banyak orang dari luar daerah yang ingin mendaftar perades di Blora. “Itu tidak salah. Mereka juga Warga Negara Indonesia. Tapi saya harus melindungi warga sendiri, dan masih banyak alasan,” ucap Kokok, sebutan akrab Bupati yang disambut para kades dengan kata sepakat dan tepuk tangan.

Ia membandingkan daerah-daerah lain yang juga lebih mementingkan putra daerahnya daripada dari luar.

Pihaknya juga menggaris bawahi adanya penilaian berkaitan dengan pengabdian yang dilakukan bakal calon perades. Menurutnya, pengabdian yang dimaksud dari desa setempat.

Selain masalah tersebut, pelaksanaan pada bulan April nanti bertepatan dengan tahapan kampanye Pilgub Jateng 2018. Hal itu bisa berpotensi menimbulkan perang kepentingan politik.

Diketahui Pilgub akan dilaksanakan pada 27 Juni 2018. Sehingga bisa diprediksi pengisian Perades akan dilaksanakan setelah bulan Juni.

“Pengisian perades ini saya putuskan diundur setelah pilgub, agar kita tidak punya beban lagi,” pungkas Kokok.

 

Reporter : Ngatono

  • Bagikan