fbpx

SILATURAHIM SANTRI SARANG : GUS YASIN INI SANTRI YANG PALING SANTRI

  • Bagikan
Silaturahim Gus Yasin Maimun dengan Alumni Santri Sarang Blora di Wisma Pratama Blora, Rabu (21/02).

Blora – Harapan para kyai dan santri untuk berperan secara langsung dalam menggerakkan roda pemerintahan seakan terjawab. Caranya adalah dengan mengutus perwakilan santri untuk bertanding dalam suksesi Pilgub Jateng 2018.

“Saya nyalon atas ijtihad (hasil pemikiran mendalam) Mbah Maimun (KH Maimun Zubair). Sampai sekarang, kita belum mengetahui hikmah dibalik ijtihad ini,” ungkap cawagub Jateng 2018 Taj Yasin Maimun (Gus Yasin), Rabu (21/02).

 

Silaturahim Gus Yasin Maimun dengan Alumni Santri Sarang Blora di Wisma Pratama Blora, Rabu (21/02).

 

Dalam Silaturahim Gus Yasin dengan Alumni Santri Sarang Blora di Wisma Pratama Blora ini, hadir pula anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PPP Muhammad Arwani Thomafi (Gus Aang).

Dalam kesempatan itu, Gus Aang memaparkan alur politik yang berujung pada pencalonan Gus Yasin sebagai calon wakil gubernur, mendampingi Ganjar Pranowo dalam Pilgub Jateng 2018.

“Kekuatan santri tidak boleh terus-terusan berharap pembangunan keagamaan kepada golongan lain. Santri harus terjun langsung untuk menjalankan roda pemerintahan melalui aliansi strategis kekuatan nasionalis – kekuatan santri,” ucap Gus Aang.

Gagasan menyatukan kekuatan nasionalis dan kekuatan santri ini pun direstui oleh ulama dan santri. Menurut Gus Aang, Ganjar Pranowo sendiri mengakui potensi kekuatan santri di Jawa Tengah.

“Kemudian kita menggelar berbagai kajian, rapat dan diskusi untuk menemukan santri yang akan diutus menjalankan pemerintahan. Akhirnya, kita sepakat bahwa Gus Yasin putra Mbah Maimun adalah santri yang paling santri,” lanjutnya.

Mengakhiri paparannya, Gus Aang mengajak kepada para santri khususnya alumni Pesantren sarang untuk bersiap-siap menjelang Pilgub Jateng 2018.

“Saya katakan, Gus Yasin ke depan akan fokus pada pembangunan daerah di bidang keagamaan dan sosial. Kita harus bersiap-siap untuk mewujudkan harapan kita bersama mewujudkan pembangunan pendidikan kepesantrenan dan madrasah diniyah,” pungkas Gus Aang.

Penyunting : Syaiful Huda

  • Bagikan