SINGKIRKAN GADGET SAAT BELAJAR

Gadget (baca: ponsel pintar) menjadi salah satu kebutuhan hidup manusia dewasa ini. Tak hanya untuk berkomunikasi dan bekerja, gadget menjadi tempat bersosialisasi di dunia maya dan bisa juga digunakan untuk mencari informasi melalui internet.

Untuk para pelajar, fungsi terakhir gadget, yakni untuk mencari informasi kerap menjadi alasan mengoperasikan gadget saat belajar. Padahal, bukannya benar-benar digunakan untuk mencari informasi, kebanyakan justru digunakan untuk bermain.

 

Siti Nur Jannah UMM

Siti Nur Jannah

 

Tak cukup itu, gadget kadang digunakan untuk mencari informasi yang tidak perlu, bahkan merusak. Konten informasi dalam gadget, meski telah diatur sedemikian rupa, dapat mengandung konten terlarang seperti perjudian, pornografi, atau bahkan kekerasan. Orang tua harus peka terhadap dampak bahaya ini.

Sehingga, mengoperasikan gadget saat belajar bukanlah langkah yang tepat. Logikanya, saat belajar dengan membaca buku pelajaran, dan gadget di tangan lainnya, konsentrasi akan terpecah. Sehingga, kegiatan belajar akan terganggu bahkan gagal.

Meski demikian, gadget tetap memiliki manfaat untuk mengakses informasi. Di dalam gadget, terdapat sejumlah aplikasi yang membantu kita untuk mencari bahan belajar yang dibutuhkan. Namun, selagi masih dapat diperoleh melalui buku, sebaiknya gadget ditinggalkan sesaat dan fokus pada buku bacaan, atau buku pelajaran.

Kembali Ke Buku Cetak

Seperti diketahui bersama, buku cetak merupakan media utama dalam pembelajaran secara konvensional. Sejak usia dini, kita dikenalkan dengan buku tersebut untuk melatih kemampuan diri, misalnya buku mewarnai.

Belajar dengan media buku cetak, dapat menjamin pelajar tidak akan mengakses informasi yang tidak perlu. Alasannya, penyusunan buku cetak (buku pelajaran, buku perkuliahan) dilakukan sedemikian rupa sehingga hanya difokuskan pada topik-topik yang bermanfaat.

Mungkin, bagi sebagian kalangan, metode ini dianggap ketinggalan jaman. Akan tetapi, fakta yang ada, atau setidaknya pengalaman penulis menunjukkan, fokus pada buku pelajaran dan meninggalkan gadget saat belajar, sangat efektif meningkatkan pemahaman terhadap topik.

Dengan demikian, kembali ke buku cetak dan meninggalkan gadget tidak berarti sama sekali tidak memanfaatkan gadget. Akan tetapi, lebih kepada menggunakan gadget sesuai kebutuhan dan tidak mengoperasikannya saat belajar. Karena, seperti kata orang bijak, buku adalah jendela ilmu.

 

Tentang Penulis: Siti Nur Jannah adalah mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan