STASIUN WADU AKAN KEMBALI DIAKTIFKAN

Blora- PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyambut baik permintaan Bupati Blora Djoko Nugroho terkait reaktivasi Stasiun Kereta Api Wadu, yang berlokasi di Desa Wadu Kecamatan Kedungtuban Kabuaten Blora.

 

Stasiun Wadu di Desa Wadu Kecamatan Kedungtuban Kabupaten Blora

Stasiun Wadu di Desa Wadu Kecamatan Kedungtuban Kabupaten Blora

 

Hal ini ditegaskan Direktur PT KAI Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang, di sela pertemuannya dengan Bupati Djoko Nugroho beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan itu, Bupati didampingi Wabup Arief Rohman menyampaikan alasan kenapa Stasiun Wadu harus diaktifkan kembali.

“Wadu itu pertengahan antara Cepu dan Randublatung. Banyak masyarakat yang minta tolong kepada saya agar Stasiun Wado bisa diaktifkan lagi. Mereka kejauhan kalau harus ke Cepu atau Randublatung dulu,” ucap Bupati Djoko Nugroho, Rabu (28/08).

Tak hanya itu, Pemkab Blora juga meminta agar ada tambahan jam pemberangkatan kereta kelas eksekutif tujuan Jakarta dari Stasiun Cepu. Pasalnya banyak tamu-tamu dari Jakarta yang akan ke Blora kesusahan mencari jadwal kereta api.

Pasalnya, banyak jadwal keberangkatan kereta dari Stasiun Cepu yang jadwalnya dinilai tidak ideal bagi masyarakat Blora, terlalu malam dan terlalu pagi. Sehingga, para calon penumpang agak kesulitan menyesuaikan jadwal kereta api.

“Kalau bisa jamnya diubah sehingga akan lebih mudah ketika kita ingin ke Jakarta, begitu pula akan semakin banyak yang dolan ke Blora,” imbuh Bupati.

Menanggapi hal ini, Direktur PT KAI Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang, Muhammad Nurul Huda memastikan akan mengkaji permintaan Bupati Blora. Meski demikian, pihaknya tidak menyebut secara pasti kapan ada kejelasan terkait hal ini.

“Siap Pak Bupati, siap Pak Wakil Bupati. Usulannya akan kita tindaklanjuti agar dikaji oleh tim operasional yang mengatur jam pemberangkatan kereta. Semoga nanti bisa segera ditetapkan,” katanya. (jay)

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Comments are closed.