fbpx

SYUKUR WARGA PURWOSARI TERIMA MANFAAT BSPS

  • Bagikan
SYUKUR WARGA PURWOSARI TERIMA MANFAAT BSPS
Rumah salah satu penerima Pragram BSPS dalam proses pembangunan.

Blora – Syukur Warga Purwosari, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora menerima manfaat Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah.

Penerima manfaat program BSPS desa Purwosari, Mugiatun (39) merasa senang dan bersyukur  atas bantuan tersebut, Dia berharap untuk selanjutnya program ini masih berlanjut, karena masih banyak rumah yang perlu dibantu.

“Ya sangat senang banget, alhamdulillah sudah bisa dibantu. Pas kebeneran rumah saya mau ambruk, terus dapat bantuan ini, alhamdulillah,” ucapnya pada Bloranews.com saat penerimaan pencairan upah tukang program BSPS di kantor Desa Purwosari, Jumat (15/10).

Kepala Desa Purwosari, Anissa Widhi Rumdhani, mengatakan program ini cukup membantu masyarakat yang memang mempunyai hunian yang kurang layak serta berpenghasilan rendah.

“Kami ini dari dari pihak desa sifatnya hanya mengajukan, warga-warga kami yang rumahnya tidak layak,  Kita kan dapet bedah rumah ini pemberian dari Kemeterian PUPR, kita tahu kan dari TFL atau pendamping,” terangnya. 

Lanjut Anissa, untuk program ini sudah pernah ada 2019 di masa transisi kepemimpinan Kepala Desa. Dan pada program tahun ini menjadi pertama di masa kepemimpinannya.

“Kami bukan pelaksana. Kami ini tempat penerima atau mengawal agar tepat sasaran. Kalau prosesnya sendiri dulu sudah dilakukan sosialisasi didampingi TFL, pembentukan panitia pelaksana. Pelaksananya dari TFL BSPS. Ada 10 titik,” ujarnya.

Tenaga Fasilitator Lapangan BSPS Kabupaten Blora, Hayatudin, menerangkan anggaran per rumah sebesar 20 juta dengan rincian 2,5 juta upah tukang dan 17,5 untuk material. Pengerjaannya dari september sampai oktober harus selesai.

“Ini dari kemetrian PUPR, Desa purwosari kan mendapatkan alokasi 10 penerima, progresnya hari ini sudah sampai pencairan upah tukang tahap 1, tapi baru 5 penerima. Soalnya yang lima belum sampai progres 30 persen, untuk syarat penarikan upah tukang tahap 1. sehingga belum bisa dicairkan,” terangnya. 

Hayatudin mengatakan kendala yang sering ditemui adalah terkait dengan komunikasi dengan penerima lantaran secara Sumber Daya Manusia (SDM) butuh penjelasan secara berulang dan detail.

“Kendala sih mungkin menjelaskan berulang-ulang, karena penerima bantuan ini secara SDM nya masih banyak yang kurang, kita sebagai pendamping harus menjelaskan lebih detail dan lebih kooperatif. Sempat ramai karena ada miss komunikasi. Penerima dan ketua penerima. Tapi sudah diselesaikan,” pungkasnya. (Spt)

  • Bagikan