fbpx

TEKAN INFLASI, 1.810 IKM TERIMA BANSOS

Dalam rangka pengendalian inflasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah salurkan bantuan sosial kepada para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Jateng. Total anggaran yang digelontorkan ialah sebesar Rp 905.000.000.
Gubernur Ganjar salurkan bantuan sosial kepada para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM).

Klaten, BLORANEWS – Dalam rangka pengendalian inflasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah salurkan bantuan sosial kepada para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Jateng. Total anggaran yang digelontorkan ialah sebesar Rp 905.000.000.

Dijelaskan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, ada sebanyak 1.810 IKM penerima bansos di Jateng. Nantinya, masing-masing IKM mendapat bantuan Rp 500 ribu berupa bahan baku produksi.

BACA JUGA :  GANJAR KAGET, BURUH TANI DI KLATEN KEMBALIKAN BANSOS

“Iya jadi ini teman-teman (IKM) yang saat pandemi kemarin mereka ada problem, maka bantuan kita antara lain memberikan bantuan bahan baku seperti trigu, gula minyak goreng,” ujar Ganjar saat meninjau Roti Yana Bakery di Kelurahan Gumulan, Klaten, Senin (19/9/2022).

Ganjar mengatakan, IKM yang saat ini masih berupaya bangkit perlu dilakukan pendampingan, binaan, serta bantuan modal. Maka dari itu, pelaku IKM perlu diarahkan untuk mengambil permodalan di bank dengan bunga rendah.

BACA JUGA :  83.525 KPM MULAI TERIMA BANTUAN DANA SEMBAKO

“Di Klaten ada fasilitas kredit dari Bank Klaten dengan subsidi bunga. Pelaku IKM dapat bunga 2 persen saja. Nah, sekarang mereka butuh dampingan, binaan, butuh modal. Maka tadi silakan ambil di bank agar mereka naik kelas,” jelasnya.

Namun, Ganjar juga memberi peringatan kepada para pelaku IKM untuk tetap disiplin dalam hal pembukuan.

BACA JUGA :  PRODUKTIVITAS MENURUN, HARGA BAWANG MERAH MELAMBUNG TINGGI

“Nah, model semacam inilah yang harus didampingi agar mereka naik kelas. Maka kita peringatkan mereka jangan lupa nyatat. Order berapa, untung berapa, untuk operasional berapa. Terus kemudian membayar cicilan berapa. Kalau mau reinvest disiapkan mesin, bahan baku atau. Itu pemerintah yang dampingi,” pungkasnya. (*)