TENGGELAM DI SALURAN IRIGASI, BOCAH 13 TAHUN TEWAS

Kedungtuban- Peristiwa bocah tenggelam kembali terjadi. Kali ini Anto Dwi Surya Kurniawan (13), warga Desa Wado Rt 01 Rw 01 Kecamatan Kedungtuban, Blora. Bocah naas tersebut tenggelam di saluran irigasi di Desa Sogo Kecamatan Kedungtuban, Kamis (23/04).

 

Petugas melakukan identifikasi

Petugas melakukan identifikasi

 

Setelah tiga hari yang lalu tepatnya hari Senin (20/04), seperti yang diberitakan Bloranews.com kejadian serupa juga terjadi di Ngawen. Seorang bocah berusia 11 tahun juga mengalami nasib sama yakni tenggelam di sungai.

Kapolsek Kedungtuban Iptu Suharto menyampaikan, kejadian tersebut terjadi hari Kamis (23/04) sekitar pukul 15.00 Wib. Di area Saluran irigasi bendungan mursafa turut tanah Desa Sogo Kecamatan Kedungtuban, Blora.

“Peristiwa tersebut tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 Wib. Saat saksi mata M. Rendra Fahrezi (13), mengajak korban bermain wifi di warung kopi 33 di Dusun Sadaan Desa Wado,” terang Kapolsek Kedungtuban, Iptu Suharto.

Lebih lanjut, dirinya menambahkan, sesampainya di tengah jalan korban bertemu temannya dan mengajaknya menuju saluran irigasi Desa Sogo untuk berenang. Sementara saksi mata bermain wifi di warung kopi 33.

Tak berapa lama kemudian saksi mata menyusul korban ke saluran irigasi Desa Sogo. Sesampainya TKP saksi melihat korban dan temannya sedang berenang dan bermain air di dalam saluran irigasi. 

“Ketika teman korban naik ke atas untuk membeli rokok. Korban lalu meminta saksi mata untuk memotretnya saat di dalam saluran irigasi, saat saksi mengambil handphone di motornya. Naas ketika hendak kembali untuk memotret, korban sudah tidak ada atau terlihat,” paparnya.

Setelah itu saksi mata masuk ke dalam saluran irigasi dan mencari korban. Kakinya menyankut tubuh korban. Kemudian mengakatnya dan berteriak minta tolong. Selanjutnya warga melaporkan kejadian tersebut ke perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Kedungtuban. Tak berapa lama kemudian  petugas dari Polsek Kedungtuban datang dan melakukan olah TKP dan membawa korban ke puskesmas kedungtuban untuk dilakukan pemeriksaan.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim medis dari Puskesmas Kedungtuban, korban meninggal dunia akibat tenggelam, banyak air yg masuk sehingga menyumbat saluran pernafasan dan tidak ditemukan adanya tanda tanda penganiayaan atau kekerasan pada tubuh korban,”pungkasnya.(Nzh)

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan