fbpx

WABUP ARIEF ROHMAN AJAK PMII BLORA GELAR RISET DI DESA MISKIN

  • Bagikan
Wakil Bupati Blora bersama Pengurus PMII Kabupaten Blora masa khidmat 2017/2018, Minggu (19/08).

Blora – Wakil Bupati Blora mengajak kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Blora untuk melakukan penelitian di desa miskin di wilayah Kabupaten Blora. Di Blora sendiri, terdapat enam desa termiskin yang saat ini menjadi perhatian pemerintah.

Tak hanya PMII, Arief juga menghimbau kepada perguruan tinggi di Blora untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa miskin yang ada di Blora.

 

Wakil Bupati Blora bersama Pengurus PMII Kabupaten Blora masa khidmat 2017/2018, Minggu (19/08).

 

Hal ini disampaikannya saat memberi sambutan dalam seminar bertajuk Memahami Arti Politik dalam Berbangsa dan Bernegara. Agenda ini juga dirangkai dengan pelantikan PMII Kabupaten Blora masa khidmat 2017/2018.

“Berdasarkan pantauan tim koordinasi penanggulangan kemiskinan daerah (TKPKD), ada enam desa termiskin di Blora. PMII Blora silakan buat riset, pilih salah satu desa dan kemudian sampaikan hasilnya kepada pemerintah,” ajaknya di lokasi acara, Gedung IHM NU Blora, Minggu (19/08).

Dalam agenda yang dihadiri puluhan mahasiswa, akademisi dan tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Blora ini, Arief menyampaikan fakta yang mengejutkan. Desa miskin di Blora, sebagian besar penduduknya merupakan warga nahdliyyin.

“Data yang ada seperti itu. Desa Ketileng Kecamatan Todanan, misalnya. Desa tersebut merupakan basis nahdliyyin, bahkan ada wakil rakyat yang berasal dari nahdliyyin. Ini hasil laporan yang kami terima,” ucapnya disambut gelak tawa hadirin.

Menanggapi tema kegiatan, Arief berpandangan bahwa politik merupakan amanah. Dia berpesan, suatu saat jika kader PMII Blora menduduki jabatan politis, harus berpegang atas kemaslahatan masyarakat.

“Seperti kata Imam Syafi’i, yang artinya kebijakan seorang pemimpin harus didasarkan kepada kemaslahatan rakyat. Jadi, politik seharusnya menjadi jalan untuk mencapai kesejahteraan bersama,” pungkas Arief.

 

Reporter : Ika Mahmudah

  • Bagikan