fbpx

WASPADA NYAMUK DEMAM BERDARAH DI PAGI HARI

Nyamuk demam berdarah
Demam Berdarah Dengue ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegepti.

Blora – Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti biasanya menyerang manusia pada pagi hari pukul 08:00-10:00 dan sore hari pukul 15:00-16:00.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blora, Edy Widayat melalui Kepala Seksi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinkes Blora, Sutik menjelaskan, biasanya yang terpapar DBD usia 20 tahun ke bawah, tapi yang paling rentan di bawah usia 15 tahun.

“Perkiraan pagi jam delapan sampai jam sepuluh. Kalau sore jam tiga sampai jam empat. Nyamuk memang suka dengan daerah yang lembab dan sejuk. Kalau jam-jam segitu, kan biasanya wayahe (waktunya, red) anak-anak tidur, sore juga sama,” jelasnya, Rabu (30/3).

BACA JUGA :  TAK HANYA DBD, DIARE DAN LEPTOSPIROSIS SIAP MENYERANG DI MUSIM HUJAN

Pihak Dinkes mengambil langkah untuk rutin melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan mengoptimalkan 3M yaitu Menguras, Menutup dan Mengubur serta Mengoles lition anti nyamuk kepada anak-anak.

“Selain fogging agar nyamuk besar mati, kita juga melakukan PJB (Pemeriksaan Jentik Berkala) sebulan sekali dengan tujuan membunuh jentik-jentiknya. Dilakukan PJB juga pas ada kasus atau memberi ikan di tempayan-tempayan,” terangnya.

BACA JUGA :  MASUK MUSIM HUJAN, DEMAM BERDARAH MULAI SERANG BLORA SELATAN

Mewakili Kadinkes Edy Widayat, Kasi Sutik mengimbau kepada masyarakat Blora untuk sadar betapa berbahayanya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Dengue Haemorrhagic Fever (DHF).

“Saya menyampaikan pesan dari Pak Kadinkes kepada masyarakat agar tahu dan sadar. Seminggu sekali melakukan PSN itu yang paling mujarab. Kalau fogging sebenarnya tambahan saja, untuk membunuh nyamuk besar,” tandasnya.

Anak-anak memang menjadi sasaran empuk bagi nyamuk Aedes Aegypti. Dari data yang ada, kasus DBD di Kabupaten Blora alami tren peningkatan. Sebanyak enam warga Blora tewas akibat serangan nyamuk Aedes Aegypti. Kecamatan Blora Kota ada 2 orang meninggal, Kecamatan Jepon, Kedungtuban, Ngawen dan Randublatung masing-masing 1 orang.

BACA JUGA :  AWAL TAHUN 2021, TERCATAT ADA 5 KASUS DBD

Tercatat ada 179 kasus yang tersebar di beberapa Puskesmas. Mulai Puskesmas Cepu 23 kasus, Puskesmas Blora 29 kasus, Puskesmas Jepon 16 kasus, Puskesmas Kunduran 16 kasus, Puskesmas Kedungtuban 13 kasus dan selebihnya tersebar di masing-masing puskesmas yang ada di Kabupaten Blora. (Jam).