fbpx

670 NELAYAN MENGANGGUR AKIBAT KAPALNYA TERBAKAR

Sebanyak 670 Anak Buah Kapal (ABK) yang menganggur akibat terbakarnya kapal di Dermaga Batere dan Dermaga Wijayapura, Kabupaten Cilacap pada selasa (3/5) malam, mendapat bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Semarang, BLORANEWS – Sebanyak 670 Anak Buah Kapal (ABK) yang menganggur akibat terbakarnya kapal di Dermaga Batere dan Dermaga Wijayapura, Kabupaten Cilacap pada selasa (3/5) malam, mendapat bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjelaskan, Pemprov Jateng telah menurunkan tim guna berdialog dengan 670 nelayan yang terdampak. Bantuan berupa sembako juga telah disiapkan untuk membantu para nelayan.

BACA JUGA :  ALAMI BONUS DEMOGRAFI, ANGKA PENGANGGURAN DI BLORA KIAN MENINGKAT

“Terkait untuk alat tangkap dan sebagainya nanti kita bicarakan berikutnya karena memang cukup besar (kerugian), setidaknya uangnya saja sekitar Rp 130 Miliar. Nanti kita carikan skenario yang paling bagus. Kita perlu dialog dengan mereka. ABK-nya sekitar 670 orang, bayangin, terus keluarganya berapa itu. Jadi bantuan sembako dulu agar ia bisa menjalankan roda kehidupan,” jelas Ganja,di kantornya. 

BACA JUGA :  MANFAATKAN LIMBAH INDUSTRI, ENTASKAN PENGANGGURAN

Dari informasi yang diperoleh, Ganjar mencatat puluhan kapal tidak memiliki asuransi. 

“Tidak ada asuransinya. Jadi sekarang akan ada bantuan dari Kementerian KKP dan kemarin dinas kami sudah datang, tinggal kita assessment saja untuk kebutuhan utama dulu,” terangnya.

Diketahui sebelumnya, kebakaran diduga berawal dari satu unit kapal yang dinamonya terbakar. Kemudian dari kapal itu, api menjalar ke kapal lain di sebelahnya. Api juga membakar tambang atau tali pengait kapal di dermaga hingga mengakibatkan kapal terlepas dan terbawa arus. (Kin). 

BACA JUGA :  KABID PENEMPATAN TENAGA KERJA : PENGANGGURAN MENINGKAT KARENA MEMILIH PEKERJAAN SESUAI IJAZAH