fbpx

70-AN LUBANG MENGANGA DISEPANJANG JALAN HALMAHERA

Kondisi jalan Maluku, Kecamatan Blora sangat memprihatinkan. Setidaknya ada 70-an lubang menganga sepanjang 450 meter. Mulai dari perempatan Biandono hingga SMPN 5 Blora.
Kondisi Jalan Maluku, Kecamatan Blora.

Blora Kota, BLORANEWS – Kondisi jalan Halmahera, Kecamatan Blora sangat memprihatinkan. Setidaknya ada 70-an lubang menganga sepanjang 450 meter. Mulai dari perempatan Biandono hingga SMPN 5 Blora.

Wartawan mencoba menghitung lubang jalan tersebut. Dimulai dari perempatan Biandono ke Selatan. Total lebih dari 70-an lubang. Lebar dan panjang lubang jalan bervariasi. Ada yang panjang dan lebar hingga melingkar. Hal ini dikeluhkan warga masyarakat. Termasuk pengguna jalan.

BACA JUGA :  PENGERJAAN BURUK, PROYEK PERPUSDA BLORA Rp 9,7 MILYAR BELUM KELAR

“Masa Allah bagusnya jalan Halmahera. Seperti naik kuda. Terima kasih Pemkab yang sudah membangunnya dengan baik. Prestasi ini perlu ditingkatkan,” sindir Rohman salah satu pengendara sepeda motor saat dilokasi.

Dia menambahkan, sudah tidak kaget dengan kondisi jalan di Blora. Terutama jalan Halmahera. Tak hanya saat ini saja. Selama ini kondisinya juga seperti ini. Sangat bagus rusaknya.

“Ya harusnya pemerintah mikir. Tak hanya kluyuran terus menerus. Sekali-kali jalan lewat sini (Jl. Halmahera, red). Bagaimana rasanya. Pasti ketagihan,” tambahnya.

BACA JUGA :  TANPA BAHU JALAN, RUAS JALAN BLORA KUNDURAN ANCAM KESELAMATAN WARGA

Rohman berharap, pemerintah bisa serius menangani kondisi jalan di Blora. Sehingga masyarakat terutama pengendara bisa merasakan jalan yang bagus. Dia juga yakin, pemerintah mampu. Apalagi dia mendengar kalau pemerintah sempat berhutang Rp 150 Miliar untuk infrastruktur juga.

“Jalan ini di Tengah Kota lho. Bagaimana yang ada di sana-sana, saya tidak bisa membayangkannya,” ucapnya.

BACA JUGA :  JEMBATAN DUKUH CANGGAH TALOKWOHMOJO AMBROL

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Blora, Nidzamudin Al Hudda mengaku, untuk perbaikan Jl. Halmahera sudah dianggarkan. Sudah lelang. Pemenangnya sudah ditentukan. Tanda tangan kontrak menunggu perubahan. Sekitar bulan September.

“Rencana rigit beton. Panjang 500 meteran. Sudah lelang. Sudah ada pemenangnya. Kontraknya tunggu perubahan. Sekitar bulan September,” tambahnya.

Terkait nilai kontrak, Huda mengaku tak mengingatnya. Begitu juga dengan pemenang lelangnya. (sub)