fbpx

HINGGA PERTENGAHAN TAHUN, BARU 6 PAKET PEKERJAAN INFRASTRUKTUR JALAN DILELANG

  • Bagikan
PEMKAB BLORA BUTUH 3 TRILIUN UNTUK PERBAIKI JALAN
Jalan penghubung antar desa di Kedungtuban

Blora – Bupati Blora Arief Rohman memastikan akan mefokuskuskan perbaikan infrastruktur jalan tahun ini, 53 titik jalan kabupaten sepanjang 53,21 kilometer dengan anggaran Rp 106 miliar akan dibangun. 

Sayangnya, Dari target pembangunan 53 ruas jalan tersebut, hingga pertengahan tahun ini baru enam titik jalan yang selesai lelang. (13/06)

Dilihat dari laman LPSE Blora, Enam paket pekerjaan tersebut meliputi, Trembulrejo – Plumbon dengan pagu anggaran Rp 3 miliar yang dimenangkan oleh PT. Sinar utama karya ( Gunungwungkal RT 1/2 Gunungwungkal Pati), Peningkatan Jalan Ngraho – Ketuan dengan Pagu anggaran Rp 4,5 dimenangkan PT. Hibat diza sempurna (jl. Rorojonggrang XI No.10 Kembangarum-Semarang Barat),  Peningkatan Jalan Pilang – Menden pagu Rp 4,2 dimenangkan PT satria mandala abadi (JL Raya Bojonegoro – Cepu RT 011 RW 003 Ngringinrejo Kalitidu – Bojonegoro), Peningkatan Jalan Mulyorejo – Ngloram pagu Rp 7,5 dimenangkan PT. Sinar utama karya (DS. Gunungwungkal RT 1/2 KEC. Gunungwungkal Pati).

Sedangkan Pemeliharaan Rutin Jalan dan Jembatan II pagu Rp 1,5 miliar dimenangkan CV. Tribhakti jalan (Reksodiputro gang duku no. 18  Blora) dan Pemeliharaan Rutin Jalan Dan Jembatan I dengan Pagu Rp 1,3 miliar dimenangkan oleh Jaya Abadi Kontruksi (Ds. Temurejo, Rt. 03 Rw, 01 Kec. Blora).

Menanggapi hal tersebut, Samgautama Karnajaya Kepala Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora saat dikonfirmasi menjelaskan hingga kini sejumlah paket pekerjaan masih dalam proses antrian untuk masuk lelang di LPSE.

“Masih proses ini,’’ ujarnya saat dikonfirmasi.

Terkait baru 6 paket pekerjaan dari jumlah total 53 paket pekerjaan yang di lelang menurutnya tidak masalah, dirinya mengklaim hingga akhir tahun nanti waktu masih mencukupi.

‘’Mungkin masih masuk karena antri di ULP (Unit Layanan Pengadaan, Red) tapi sudah selesai ini,’’ jelasnya.

Sementara itu, Iwan Krismiyanto, Anggota DPRD Blora Komisi C menilai terkait hingga pertengahan tahun (Juni) namun baru ada enam paket yang selesai lelang itu termasuk sebuah kelambatan. 

“Ini lambat lah, ini sudah bulan ke enam,” ujarnya.

Menurutnya, lambatnya lelang ini karena memang DPUPR yang kurang cepat atau konsultan perencana yang kurang tanggap. Namun dirinya menduga ini kesalahan bukan ada pada DPUPR tapi pada konsultan perencana. 

“Karena DPUPR itu saat perencanaan rampung pasti sudah jalan,” lanjutnyaya. 

Dirinya merencanakan akan menemui DPUPR langsung terkait permasalahan tersebut. 

‘’Nanti minggu depan koordinasi dengan DPUPR, apa toh permasalahannya tidak bisa cepat, masalahnya dimana,’’ pungkasnya. (jyk)

  • Bagikan