fbpx

75.500 DOSIS VAKSIN PMK AKAN DISEBAR DI SELURUH JATENG

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendapatkan alokasi vaksin untuk penyakit kuku dan mulut pada hewan sebanyak 75.500 dosis, Kamis (23/6). Rencananya akan didistribusikan ke 35 wilayah di Jateng.
Vaksinasi PMK.

Salatiga, BLORANEWS – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendapatkan alokasi vaksin untuk penyakit kuku dan mulut pada hewan sebanyak 75.500 dosis, Kamis (23/6). Rencananya akan didistribusikan ke 35 wilayah di Jateng.

Sebelumnya, Pemprov Jateng juga mendapat 1.500 dosis vaksin PMK. Vaksin yang datang lebih dulu itu dialokasikan di delapan daerah. Yaitu Boyolali 400 dosis, Kabupaten Semarang 300 dosis, Klaten 200 dosis, Sukoharjo 200 dosis, Salatiga 100 dosis, Kabupaten Magelang 100 dosis, Kota Semarang 100 dosis dan Wonosobo 100 dosis.

BACA JUGA :  BLORA TAK ADA ANGGARAN TANGANI PMK

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Salatiga Henni Mulyani mengatakan, Kota Salatiga termasuk satu di antara delapan kabupaten/kota yang mendapat vaksin darurat. Jumlah vaksin yang diterima pemerintah provinsi sekitar 1.500 vaksin.

“Salatiga mendapat 1 botol untuk 100 ekor atau 100 kali suntik. 1 kali suntiknya 2 mili liter. Suntikan itu diberikan ke sapi sehat. Sebab sesuai SOP-nya, ternak yang mendapatkan vaksinasi harus ternak sehat. Oleh karenanya kita memilih Kecamatan Tingkir yang memang masih hijau, masih bersih,” kata Henni disela-sela vaksinasi PMK untuk ternak di areal peternakan milik Kelompok Ternak Srimulih, Jum’at (24/6).

BACA JUGA :  WASPADA! PENYAKIT MULUT DAN KUKU HEWAN TERNAK

Nantinya, Salatiga akan kembali mendapat vaksin untuk PMK sebanyak 55 botol untuk 5.500 ekor ternak. Vaksin itu akan segera disuntikkan secepatnya ke hewan ternak.
Dia mendata, di Kota Salatiga untuk hewan ternak yang kena PMK sebanyak 586 ekor. Dari jumlah itu, delapan ekor mati dan terdiri dari 2 induk, 1 jantan, dan 5 pedhet.

BACA JUGA :  POSKESWAN DAN JOGO TERNAK DIHARAPKAN MAMPU MEMANGKAS PENYEBARAN PMK

“Penanganannya yang sakit otomatis harus diobati karena tidak bisa divaksin. Ketika pengobatan, maka itu menjadi tanggung jawab kabupaten/kota karena provinsi maupun pusat untuk pengobatan, sifatnya stimulan,” terangnya.

Hari ini, pihaknya juga meluncurkan mobil Unit Reaksi Cepat. Pihaknya berharap, warga yang mengenali mobil URC akan melaporkan ke petugas perihal ternaknya yang mengalami PMK. (Jam).