ADA YANG BERBEDA DARI SANTUNAN ANAK YATIM PR SUKUN TAHUN INI

Blora- Ada yang berbeda dari pelaksanaan santunan anak yatim yang diselenggarakan oleh PR Sukun tahun ini. Dalam pelaksanaan kali ini tidak ada acara seremoni, pengajian, tausiyah, buka bersama, dan juga tidak ada salat magrib berjamaah.

 

Pemyerahan Santunan dari PR Sukun kudus kepada Lazisnu dan Lazismu untuk di bagikan kepada Yatim di Blora

Penyerahan Santunan dari PR Sukun kudus kepada Lazisnu dan Lazismu untuk di bagikan kepada anak Yatim di Blora

 

Pasalnya, di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, PR Sukun memilih untuk tidak mengundang dan mengumpulkan anak yatim seperti tahun-tahun sebelumnya.

Sebagai gantinya, melalui partner tetapnya yakni teman-teman dari NU Care – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) dan Lembaga Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu), mereka akan mendatangi rumah-rumah anak yatim penerima bantuan.

Pada kesempatan Ramadan tahun ini, selain uang tunai, pihaknya juga memberikan bantuan beras yang totalnya mencapai 25 ton dan ribuan masker kain nonmedis. Total nanti ada 1000 anak yatim yang terdiri dari 700 anak yatim binaan NU Care-Lazisnu, dan 300 anak binaan Lazis Muhammadiyah Kabupaten Blora.

“Kegiatan ini tentu sangat bermanfaat, karena dalam situasi yang sangat sulit seperti saat ini uluran tangan dari siapapun tetap harus kita terima dengan tangan terbuka. Bahwa persoalan seperti ini tidak bisa diselesaikan secara individu diperlukan kebersamaan. Dan saya ucapkan terimakasih kepada Sukun yang sudah bekerjasama setiap tahunnya,” ucap Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kecamatan Blora, Widodo.

Sementara itu, Corporate Secretary, PR Sukun Deka Hendratmanto mengungkapkan bahwa hal ini sebagai bentuk tanggung jawab sosial kepada masyarakat. Apalagi saat ini masyarakat semakin susah akibat pandemi dalam hal ini anak-anak yatim.

“Santunan 1000 anak yatim merupakan acara yang secara rutin diselenggarakan PR Sukun Kudus setiap bulan Ramadhan. Tahun ini ada 10 kabupaten/kota di eks Karesidenan Semarang dan Pati. Kesepuluh kabupaten/kota tersebut adalah Kota Salatiga, Kabupaten Semarang, Kota Semarang, Demak, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Kudus, dan Jepara,” ungkapnya. (jyk)

 

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan