fbpx

BERAS JATAH DIBAGI RATA, BUPATI GERAM

Bupati geram dengan pembagian beras jatah yang tidak sesuai aturan.

Blora – Bupati Blora geram dengan kelakuan Kepala Desa yang membagi rata beras jatah Rastra, sehingga warga miskin tidak mendapatkan beras jatah sesuai haknya. Ia menegaskan, 113 ribu warga miskin yang ada di Blora merupakan prioritas penyaluran beras jatah.

Seperti dipublikasikan Humas Setda Blora, kemarahan Bupati ini diluapkan di Rapat Koordinasi di Bappeda yang dihadiri seluruh Camat se- Blora, dan sejumlah petinggi OPD di Blora.

BACA JUGA :  IPTU SUHARTO : PEMBAGIAN RASTRA SALAH SASARAN ? SILAKAN LAPOR POLISI

 

Bupati geram dengan pembagian beras jatah yang tidak sesuai aturan.

 

“Pak Camat, tolong kadesnya diberi pembinaan. Saya tahu, mereka membagi rata beras rastra karena takut jika maju Pilkades tidak dipilih kembali. Latih mereka bekerja sesuai prosedur apa yang sudah ditentukan dari atas, jangan diubah semaunya sendiri,” ujar Kokok, panggilan Djoko Nugroho Bupati Blora, Kamis (28/09).

BACA JUGA :  SELAMA TIGA BULAN TERAKHIR, RASTRA DI SENDANGMULYO BELUM DIDISTRIBUSIKAN

Dalam kesempatan itu, Kokok mengaku geram mendengar adanya pembagian beras jatah yang tidak sesuai prosedur. Kepala Desa membagi rata beras jatah kepada warga yang mengakibatkan berkurangnya jumlah beras yang diterima warga miskin. Ia mengatakan, jika sistem pembagian yang melawan prosedur ini dbiarkan maka permintaan rastra akan terus naik. “Lama-lama bisa jebol,” tambahnya.

BACA JUGA :  RASTRA TAK LAYAK KONSUMSI, DIKELUHKAN WARGA : SEPERTI PAKAN TERNAK

Reporter : Fawaidi M / Humas Setda Blora