fbpx

BERTANI ORGANIK MISI SELAMATKAN LAHAN

Trobosan bagi masyarakat Nahdliyin untuk merawat lahan yaitu melalui pertanian organik. Tidak hanya menyehatkan untuk dikonsumsi namun sangat ampuh mengurangi ketergantungan pupuk kimia.
Ketua PCNU Blora, M. Fatah dengan Bupati Arief Rohman menunjukkan hasil panen beras organik beberapa waktu lalu.

Blora, BLORANEWS – Trobosan bagi masyarakat Nahdliyin untuk merawat lahan yaitu melalui pertanian organik. Tidak hanya menyehatkan untuk dikonsumsi namun sangat ampuh mengurangi ketergantungan pupuk kimia.

Sejak tahun 2019 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Blora bersama dengan masyarakat Nahdliyin lainnya menginisiasi dan mendampingi pertanian organik, melalui Lembaga Pengembangan Pertanian (LPP) NU. Khususnya produk pupuk organik dan beras organik.

BACA JUGA :  POLRI UNGKAP DALANG RUSUH 22 MEI, NU BLORA: USUT SAMPAI AKAR-AKARNYA

Dikabarkan bahwa pertanian organik telah merambah di 15 Majelis Wakil Cabang (MWC) NU dari 17 MWC NU yang tersebar di Blora. Lebih dari 15 hektar lahan produksi pertanian organik secara berkelanjutan.

“Bertani organik tujuannya adalah ibadah. Menyelamatkan lahan, memperkaya nutrisi dan gizi dari panen yang dihasilkan dan menyehatkan kita semua,” ucap Ketua PCNU Blora, M. Fatah dalam Muskercab ke 2 PCNU Blora di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Minggu (19/6).

BACA JUGA :  TIGA MWC DI BLORA BAKAL BANGUN KLINIK, BUPATI: MODEL PEMERINTAHAN ALA NU HARUS BERHASIL

Diakui, mayoritas masyarakat Nahdliyin di Kabupaten Blora berprofesi sebagai petani. Dengan demikian NU Blora hadir untuk memberikan trobosan. Mendampingi tidak hanya di meja-meja diskusi, namun juga sampai sawah.

“Tujuannya, merawat tanah dan bumi sebagai media tanam. Mengurangi ketergantungan pupuk kimia dan meningkatkan ekonomi petani melalui pengurangan biaya produksi pertanian sekaligus untuk mendapatkan harga produk pertanian yang lebih baik dan lebih sehat konsumsi,” imbuh Fatah. (Jam). 

BACA JUGA :  LEBIH DEKAT DENGAN KYAI MA’SHUM, PEMIMPIN NU YANG BERSAHAJA