fbpx

CUACA EKSTRIM, PASIEN PUSKESMAS RANDUBLATUNG MEMBLUDAK

Tampak depan: Puskesmas Randublatung, Kabupaten Blora.
Tampak depan: Puskesmas Randublatung, Kabupaten Blora.

Randublatung, BLORANESW – Diduga karena cuaca ekstrim, pasien rawat inap Puskesmas Randublatung tiba-tiba membludak.

Hal ini dibenarkan oleh kepala Puskesmas Randublatung dr. Sapta Eka Putra. Menurutnya, naiknya jumlah pasien mencapai 100 persen dibanding minggu sebelumnya.

“Ini terjadi 3 hari terakhir,” ucap Sapta kepada wartawan. 

Hingga hari ini, Senin (24/10) tercatat 17 tempat tidur (TT) pasien terisi pasien rawat inap.

“Kami sampai membuat rujukan ke rumah sakit umum dan swasta jika dirasa hasil diagnosa perlu penanganan lebih lanjut,” kata mantan Kepala Puskesmas Doplang ini. 

BACA JUGA :  MIRIS, PASIEN INI DITOLAK PUSKESMAS LANTARAN RUANG INAP PENUH

Sapta menerangkan, hampir semua pasien mengeluhkan hal yang sama, yakni demam, batuk, pilek dan mual.

“Penyakit biasa sebenarnya, karena perubahan cuaca yang tergolong ekstrim,” jelasnya.

Sapta menambahkan, pasien sendiri terdiri dari anak-anak dan dewasa. Namun, dirinya menyakinkan jika hal ini wajar terjadi di pergantian musim.

“Semoga segera membaik semuanya,” harapnya. 

BACA JUGA :  PUSKESMAS DIMINTA JANGAN PILIH-PILIH PASIEN

Saat disinggung soal larangan penggunaan obat sirup bagi anak, Sapta mengungkapkan, hingga saat ini info terus berkembang. Dari beberapa pernyataan terupdate, memang ada beberapa obat sirup yang saat ini mengandung bahan-bahan yang penggunaannya dilarang.

“Sanggahan dari produsen sudah bermunculan. Label BPOM yang sudah mereka kantongi, menyatakan obat sirup beredar aman, kecuali dikonsumsi berlebihan. Tetapi kami juga belum berani mengambil kesimpulan, menunggu info resmi agar tidak salah dalam melangkah,” katanya. 

BACA JUGA :  SIDAK BANGUNAN PUSKESMAS, GANJAR: LUAR BAGUS DALAMNYA BURUK

“Namun saat ini, kami hanya menggunakan pil untuk diberikan ke pasien, jika anak-anak ya dibikin puyer dulu,” pungkasnya. 

Di Kecamatan Kradenan tidak jauh berbeda. Banyak orang berbondong-bondong datang untuk memeriksakan diri ke dokter praktik, dengan keluhan demam, batik dan pilek.

“Pasien kami hampir 98% keluhan sama,” ujar salah satu dokter yang dikonfirmasi wartawan. (han)