Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

DRAMATIS! TUKANG BECAK TINGGALKAN SURAT WASIAT DAN TEWAS TERTABRAK KERETA API




Randublatung- Warga yang tinggal di dekat jalur kereta api, kawasan Dusun Bacek Desa Kadengan Kecamatan Randulatung, Kabupaten Blora dikejutkan dengan adanya mayat bersimbah darah yang ditengarai tertabrak kereta api.
Dramatisnya, dalam saku korban ditemukan surat wasiat yang berisi pesan terakhir untuk keluarga. Tak pelak, hal ini menguatkan dugaan, korban sengaja mengakhiri hidupnya dengan menabrakkan diri dengan kereta yang tengah melintas, Senin (15/04).

 

Mayat Lamijan (55) di rel kereta api kawasan Dusun Bacek Desa Kadengan Kecamatan Randublatung, Blora

Kapolsek Randublatung Polres Blora, AKP Supriyo mengungkapkan kejadian ini diketahui sesaat setelah korban ditemukan oleh sejumlah saksi mata, hari Senin (15/04) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Para saksi segera melaporkan kejadian ini ke aparat yang berwajib.
“Kemudian, petugas Polsek Randublatung mendatangi kejadian tersebut bersama tim medis Puskesmas Desa Kutukan, setelah korban dilakukan pemeriksaan oleh tim medis pada tubuh korban, tidak ada tanda kekerasan maupun penganiayaan,” terang AKP Supriyo, Selasa (16/04).

Surat Wasiat Salam Perpisahan
Diketahui, korban bernama Lamijan (55), warga Kelurahan Tegalgunung RT 02 RW 01 Kecamatan Blora Kota, Kabupaten Blora. Lamijan dipastikan tewas lantaran tertabrak kereta api penumpang Jayabaya 144 jurusan JakartaMalang dengan masinis Khoirul novanda dan asisten masinis Kukuh Triatmojo.
Berdasarkan hasil pemeriksaan petugas, pada jasad korban mengalami luka retak pada bagian kepala belakang,luka pada muka, patah pada tulang rusuk kanan,patah pada tulang rusuk kiri,kaki kanan putus.
Aparat juga mengamankan sejumlah barang milik korban. Meliputi, uang tunai sebesar Rp 153 ribu, 1 buah kaca mata, serta pakaian korban berupa kaos berkerah lengan panjang berwarna oranye dan celana panjang warna hitam.
Selain itu, petugas juga menemukan surat wasiat yang berisi pesan terakhir korban kepada keluarganya. Dalam surat wasiat yang bersimbah darah tersebut tertulis pesan : Allahuakbar, selamat tinggal anak dan cucuku, maafkan aku. Bapak terpaksa, salam. Terima Kasih.(one)

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan