fbpx

FREKUENSI HUJAN TINGGI, WASPADAI BANJIR PERKOTAAN

  • Bagikan
Plt Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora, Free Bayu Alamanda
Tim BPBD Blora melakukan pendataan korban banjir di Desa Pelem Kecamatan Blora Kota.

Blora- Frekuensi hujan yang semakin hari semakin tinggi berpotensi memicu terjadinya bencana banjir perkotaan dan bencana lain seperti banjir luapan, bahkan tanah longsor. Diharapkan, warga meningkatkan kewaspadaan merespon situasi ini.

 

Plt Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora, Free Bayu Alamanda
Tim BPBD Blora melakukan pendataan korban banjir di Desa Pelem Kecamatan Blora Kota.

 

Plt Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora, Free Bayu Alamanda menyampaikan pesan himbauan terkait potensi bencana ini. Sejumlah kawasan dinilai berpotensi terjadi banjir luapan, banjir bandang dan banjir perkotaan.

“Kami menghimbau warga semakin waspada dengan banjir perkotaan, banjir bandang, banjir luapan Bengawan Solo, maupun longsor bagi yang tinggal di wilayah berpotensi hujan lebat, terutama di daerah rawan banjir dan longsor,” himbaunya, Selasa (25/12).

Bayu menambahkan, potensi kerusakan akibat banjir dapat mengancam keselamatan warga dan lahan pertanian. Diharapkan, jika terjadi banjir atau bencana yang lain, warga segera menghubungi pemerintah setempat, atau lembaga pengannggulangan bencana.

Sebelumnya, banjir luapan ringan terjadi di kawasan Desa Pelem Kecamatan Blora Kota,Kabupaten Blora. Di kawasan ini, sebanyak 40 rumah warga terendam air dengan ketinggian antara 50 cm hingga 60 cm.

“Banjir berlangsung singkat. Penyebabnya adalah sungai di Desa Pelem yang meluap. Warga secara swadaya membersihkan dampak dari banjir tersebut,” terang petugas lapangan BPBD Blora, Hary Pahlawanto. (hud)

banner 120x500
  • Bagikan
error: Konten dilindungi!!