fbpx

JALAN TANGGEL-BANJAREJO MEMPRIHATINKAN

Akses Jalan Tanggel menuju Banjarejo memprihatinkan. Harapannya, ke depan bisa dibuka dan layak untuk dilalui. Hal ini disampaikan Bupati Arief Rohman saat pelaksanaan Program Blora Menyapa di Desa Tanggel, Kecamatan Randublatung hari ini.
Kondisi jalan Tanggel-Banjarejo.

Randublatung – Akses Jalan Tanggel menuju Banjarejo memprihatinkan. Harapannya, ke depan bisa dibuka dan layak untuk dilalui. Hal ini disampaikan Bupati Arief Rohman saat pelaksanaan Program Blora Menyapa di Desa Tanggel, Kecamatan Randublatung hari ini.

“Kita ingin kerjasama juga dengan TNI-Polri untuk membuka akses Tanggel-Banjarejo,” terang Bupati, Jumat (18/3). 

Bupati Arief Rohman mengaku, saat ini kerusakan jalan kabupaten di Kabupaten Blora masih banyak. Sehingga anggaran yang ada pada APBD harus kita bagi sesuai skala prioritas. Tahun ini anggaran insfrastruktur kita naikkan menjadi Rp 260-an miliar hingga 300 miliar.

BACA JUGA :  PEMELIHARAAN JALAN PROVINSI TERUS DILAKUKAN MESTI ANGGARAN BERKURANG

“Ketimbang tahun lalu yang hanya sekitar Rp 100 miliar. Harapannya semakin banyak kerusakan jalan kabupaten yang bisa tertangani,” ungkap bupati.

Tidak hanya ruas Kadengan-Tanggel, bupati yang akrab disapa Mas Arief ini ingin akses Tanggel menuju Banjarejo juga bisa dibuka dan layak untuk dilalui. Pasalnya saat ini kondisinya juga masih memprihatinkan.

BACA JUGA :  JALAN TODANAN – PUCAKWANGI SEMPIT DAN BERLUBANG

Dalam kesempatan itu, Kepala Desa Tanggel, Sumaryanto juga berharap, jalan Kadengan-Tanggel bisa dibangun. Sebab, sejak dirinya lahir hingga sekarang menjadi Kades, kondisi jalan kabupaten dari Kadengan menuju Tanggel belum pernah bagus. Kondisinya memprihatinkan. Apalagi saat musim hujan seperti ini.

Memang ada dua titik yang sudah dibeton. Untuk itu, dia berharap ada kelanjutannya. Sehingga masyarakat bisa melaksanakan kegiatan ekonomi dengan lancar. Karena desa Tanggel ini merupakan sentra perkebunan jeruk di Kabupaten Blora.

BACA JUGA :  70% LEBIH JALAN DI BLORA DALAM KONDISI RUSAK, PENYELENGGARA WAJIB KASIH RAMBU

“Selamat datang Bapak Bupati, Bu Wakil Bupati dan rombongan. Ini sebuah kehormatan sekaligus kebanggaan bagi kami masyarakat Tanggel. Baru kali ini kami yang ada di tengah hutan ini kedatangan Bupati dan Wakil Bupati untuk mendengarkan keluhan masyarakat. Mohon izin, mumpung bertemu, saya ingin menyampaikan beberapa usulan,” ucap Sumaryanto. (sub).