fbpx

KASAT LANTAS, NGONTEL ANTAR SEKOLAH ANAK SD

  • Bagikan
Safety of Children, Safety of Us
Kasat Lantas Polres Blora AKP Febriyani Aer saat mengantar anak SD

Blora– Pemandangan menarik terlihat pagi ini, Kasat Lantas Polres Blora AKP Febriyani Aer saat sedang memantau anggotanya yang sedang menjalankan program tetap PH pagi di jalan Medang-Blora.

Tanpa mengenal malu atau gengsi, perwira lulusan Akademi Kepolisian (AKPOL) ini meminjam sepeda warga setempat dan memboncengkan anak SD tersebut, berangkat ke Sekolah SD Tambaksari.

 

Safety of Children, Safety of Us
Kasat Lantas Polres Blora AKP Febriyani Aer saat mengantar anak SD

 

Bukan tanpa alasan pastinya, saat orangtua mengantarkan anaknya ke sekolah dengan menggunakan sepeda motor, banyak anak yang tidak mengenakan helm. Beragam alasan dikemukakan orangtua, mulai dari buru-buru, jarak yang dekat dan alasan lainnya.

Hal inilah yang dijumpai, saat itu Kasat Lantas yang sedang memantau Lalu Lintas tepatnya di ruas jalan daerah Desa Tambaksari, Blora. Dirinya melihat ada ibu-ibu yang mengantarkan anaknya ke sekolah tidak menggunakan Helm.

Spontan, dirinya memberikan teguran dan menghentikan ibu tersebut yang memboncengkan anaknya berangkat ke Sekolah. Ternyata, seperti biasa alasan yang sering di ucapkan pelanggar, yakni jarak sekolah yang dekat serta terburu-buru lupa bawa helm.

“Saya memang menghentikan kendaraan ibu-ibu yang memboncengkan anaknya tidak memakai helm hendak di antar ke sekolah,” Kata AKP Febriyani Aer, Kamis (13/04/17).

Dirinya juga memberi contoh yang baik dimata masyarakat agar tertib lalu lintas. “Karena itu merupakan visi-misi saya sebagai Kasat Lantas Polres Blora.” ujarnya dengan senyuman.

Mengendarai sepeda motor tanpa mengenakan helm, itu sangat beresiko karena arus lalu litas di pagi hari sangat ramai dan padat. Apalagi anak sekolah merupakan generasi penerus bangsa sangat sayang apabila menjadi korban kecelakaan.

“Kecelakaan itu kan tidak mengenal jarak, tidak melihat ruang dan waktu. Duduk didepan rumah saja bisa terkena kecelakaan. Kerasnya aspal tidak mengenal jauh dekat, usia tua atau muda.” Katanya.

Menurutnya, akan membuat program “Safety of Children, Safety of Us” (Keselamatan anak, Keselamatan Kita) ini akan ditargetkan. Dirinya juga optimis, melalui program yang akan digagas ini, para orangtua dan anak-anak akan sadar tentang keselamatan berlalu lintas.

“Sekarang diingatkan, terus besok lewat lagi masih tidak menggunakan helm. Saya rasa kita orang Indonesia, masih ada budaya malu. Kalau sudah lebih dari dua atau tiga kali, saya rasa pada akhirnya akan timbul kesadaran dari orang tua ataupun anak tersebut,” lanjutnya.

Reporter : Ngatono

 

banner 120x500
  • Bagikan