Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

KETOPRAK GILAR TRI BUDOYO, LESTARIKAN SENI SAMBIL BERDONASI

Blora Kesenian Ketoprak merupakan salah satu kesenian khas Blora. Di bulan Selo (Dzulqo’dah), pertunjukan ketoprak kerap tampil dalam berbagai kesempatan, seperti dalam Sedekah Bumi maupun hajat rumah tangga seperti khitanan atau pernikahan.

 

Paguyuban ketoprak Gilar Tri Budoyo sesaat sebelum pentas di Desa Gotputhuk Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora

Paguyuban ketoprak Gilar Tri Budoyo sesaat sebelum pentas di Desa Gotputhuk Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora

 

“Di bulan Selo ini, kita ada 16 jadwal pentas. Sebagian besar di Kabupaten Blora, tapi ada juga jadwal ke luar daerah,” kata pimpinan Paguyuban Ketoprak Gilar Tri Budoyo, Trimo menjelang pentas di Desa Gotputhuk Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Sabtu (20/07).

Ada yang berbeda dengan paguyuban ketoprak Gilar Tri Budoyo yang berasal dari Desa Tempuran Kecamatan Blora Kota Kabupaten Blora tersebut. Salah satunya, saat menggelar pentas di sebuah desa, mereka juga memberikan donasi ke masjid atau mushola di desa setempat.

“Tujuan kami, supaya lebih dekat masyarakat di desa tersebut. Kami menyadari, pentas ketoprak dapat terselenggara berkat iuran dari masyarakat. Jadi, ini merupakan mengembalikan sebagian uang dari masyarakat kembali ke masyarakat melalui bakti sosial,” imbuh Trimo.

Banjir Jadwal Manggung

Sepanjang Selo, atau bertepatan dengan bulan Juli dalam penanggalan masehi tahun ini, paguyuban ketoprak Gilar Tri Budoyo telah menggelar pentas di Bungur (Bogorejo), Kembang (Banjarejo), Jatimalang (Rembang), dan Temon (Blora).

Kemudian Tambakselo (Blora), Kembang (Bogorejo), Wuni (Rembang), Tegaldowo (Rembang), Mbebek (Lasem, Rembang), Tempuran (Blora), Kuthi (Rembang), Nglebok (Cepu), dan hari ini di Desa Gotputhuk (Ngawen, Blora).

Tak berhenti di sini, selanjutnya Gilar Tri Budoyo juga akan manggung di Desa Kalangan (Tunjungan), Tegalombo (Lasem, Rembang), hingga ke Dusun Wedeg Bacem (Banjarejo).

“Seperti yang sebelumnya, tradisi berdonasi di masjid mushola dekat lokasi pentas juga akan kita lakukan dalam pementasan berikutnya. Kami ingin anggota ketoprak Gilar tak hanya menjadi seniman saja, tetapi juga insan yang peduli dengan sesama,” pungkas Trimo. (jay)

Subscribe

Terima kasih telah membaca berita kami, Isi Kotak di Bawah untuk berlangganan newslatter kami.

No Responses

Tinggalkan Balasan