fbpx

KILAS BALIK PEMIKIRAN HASAN HANAFI

  • Bagikan
Hasan Hanafi.

Tiga hari yang lalu publik dibuat duka atas wafatnya cendekiawan muslim kontemporer sekaligus Guru Besar Filsafat Universitas Kairo Mesir, yakni Hasan Hanafi. Meninggalnya Hasan Hanafi di usia 86 tahun menyisakan rasa kehilangan yang teramat dalam bagi dunia intelektual. Terutama dunia Intelektual Islam.

Penulis buku Minal Aqidah ila Tsaurah tersebut telah berkontribusi besar dalam perkembangan khazanah Intelektual Islam. Keberaniannya dalam melakukan lompatan panjang mampu menghadirkan gagasan Islam yang lebih segar dan modern. Banyak sekali gagasan brilian yang telah diwariskan Hasan Hanafi dan masih dianggap relevan hingga saat ini. Yang terpopuler, kita mengenal kajian Islam Progresif, atau mungkin orang lebih sering menyebutnya dengan istilah “Kiri Islam.”

Kiri Islam (Al-Yasar Al-Islami) merupakan grand theory dari Hasan Hanafi. Ia sengaja menyematkan term kiri dengan harapan mampu membangkitkan spirit kritisisme dan perlawanan bagi kaum muslim. Menurutnya, Islam sekarang sedang diambang kekosongan nilai. Imperialisme, orientalisme dan kapitalisme telah menggerogoti Islam dan mengancam harkat hidup orang-orang di dalamnya. Sehingga kemiskinan, penjarahan dan penindasan sering tertemui dan seolah tak terhindarkan lagi. Situasi itu yang membuat Hasan Hanafi tersulut emosinya untuk menyadarkan umat Islam bahwa Islam merupakan agama yang mengarahkan manusia bebas dari segala bentuk penindasan.

Seperti terangkum dalam buku Minal Aqidah Ila Tsaurah (Dari Aqidah ke Revolusi), Hasan Hanafi mencoba menjelaskan bahwa Islam adalah agama yang humanis. Dengan cara menafsir Ayat Suci Al-Qur’an berdasarkan perspektif kemanusiaan, Hasan Hanafi berusaha menempatkan agama sebagai spirit pembebasan manusia. Kajian teologi yang mulanya jauh di atas langit dibumikan menjadi kajian antropologi, hingga manusia merasa dekat dengan tuhannya. Dan pada akhirnya, manusia akan punyai kesadaran bahwa segala bentuk kedzoliman wajib diberhangus, karena itu merupakan firman mutlak dari Tuhan.

Dan sekarang pencipta kemegahan teori tersebut telah meninggalkan kita, namun tidak untuk karyanya. Karya dan semangat pembebasan Hasan Hanafi akan senantiasa bergema dalam keabadian.

Tentang Penulis :  Mohammad Sodikhin Kasravi adalah Creator Opini Bloranews.com

  • Bagikan